Minyakita di Pasar Cibinong Kabupaten Bogor Tak Sesuai HET 

Harga Minyakita di Pasar Cibinong Kabupaten Bogor Tak Sesuai HET 
PASTIKAN STOK AMAN: Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor Iwan Setiawan melkukan sidak terkait harga dan keberadaan sembako di Pasar Cibinong. (Foto: Sandika Fadilah/Jabarekspres)
0 Komentar

Jabarekspres.com – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor, Iwan Setiawan didampingi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Perumda Pasar Tohaga memantau harga sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (20/2/).

Saat melakukan pemantauan, Iwan Setiawan mendapati sejumlah harga sembako mengalami kenaikan. Salah satunya harga MinyaKita.

Padahal, harga MinyaKita sudah ditetapkan berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14 ribu, namun para pedagang terpaksa menjualnya dengan harga Rp 16 ribu per liter.

Baca Juga:Antisipasi Kerawanan Pemilu 2024, Polresta Bandung Gelar Diskusi UmumDisperkim KBB Janjikan Rutilahu Kepada Keluarga Heni

”Kami temukan sejumlah harga naik. Terutama minyakita ya. Itu minyak pemerintah yang diberi subsidi. HET nya Rp 14 ribu tapi rata-rata itu dijual Rp16 hingga Rp17 ribu (per liter),” kata Iwan kepada media.

Melihat kondisi dilapangan seperti itu, Pemkab Bogor berencana akan segera mendatangi setiap agen distributor yang mendistribusikan bahan pokok seperti minyak ke pasar.

”Besok kami turun ke agen-agen. Kami upayakan semaksimal mungkin sesuai kewenangan. Dan nanti akan kami laporkan juga ke Pemprov Jawa Barat soal kondisi ini,” bebernya.

Menurutnya, meski banyak stok merk minyak lain, namun Pemkab Bogor bakal konsentrasi terhadap minyak yang disubsidi oleh pemerintah pusat.

”Kalo ketersediaan minyakita, barangnya masih ada, merek lain yang tidak diintervensi oleh pemerintah kan banyak, tapi harganya di atas margin beda Rp3 ribu,” ujarnya.

Kendati demikian, Iwan mengaku belum mengetahui lebih detail mengenai kenaikan harga minyakita tersebut.

”Saya belum cek itu, mankanya ini takut ada spekulan, kan di kemasan minyakita itu dibanderol 14 ribu,  kami juga engga mau masyarakat ngomongin harganya 14 ribu tapi dijual 17 atau 16 ribu,” tungkasnya.

Baca Juga:Geliatkan Pariwisata, Pemerintah Kota Bogor Hadirkan 41 Event dalam CoE 2023Pinjol Legal OJK, Pinjam Rp30 Juta Bayar Nyicil 12 Bulan 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna mengatakan, akan segera melakukan operasi pasar untuk menekan harga.

”Kami jadwalkan untuk segera operasi pasar. Apalagi menjelang ramadan,” pungkasnya. (sfr)

0 Komentar