Ujung Nafas Teras Cihampelas

LENGANG: Teras Cihampelas atau skywalk Cihampelas, berulangkali mengalami reaktivasi, guna menarik pengunjung dan memperbaiki prasarana. (Kholid/Jabar Ekspres)
LENGANG: Teras Cihampelas atau skywalk Cihampelas, berulangkali mengalami reaktivasi, guna menarik pengunjung dan memperbaiki prasarana. (Kholid/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Dirinya membandingkan kondisi tersebut saat Kota Bandung, masih dinakhodai Ridwan Kamil. Area bawah Teras Cihampelas pada awal pembukaan, hingga sebelum pada akhirnya dihantam pandemi, ternyata bisa ‘clear’.

“Dia membabad semua. Direlokasikan dan steril semua. Jangan sampai dana awal Rp4,9 triliun. Mubazir,” ungkap Kiki.

Karena sejauh PKL masih betah berjualan di bawah, alih-alih meramaikan Teras Cihampelas. Seorang wisatawan pun pasti bakal berpikir ulang. Toh, skywalk terpanjang se-Asia Tenggara itu sepi tak ada apa-apa.

Baca Juga:Waduh, Dua Desa di Kecamatan Sukamakmur Bogor Tak Bisa Bayar PajakGebrakan IPB University Tekan Impor Obat-Obatan, Hasilkan Obat Asam Urat Herbal

“Jadi, mendingan mana dulu, naikan dulu PKL atau baru reaktivasi? Menurut saya, naikkan dahulu PKL baru dibagus-bagusin,” pungkasnya. (zar)

0 Komentar