Contoh Khutbah Jumat Singkat Tema Membentuk Karakter Anak yang Shalih

JABAREKSPRES- Bagi Anda yang akan menjadi khotib jumat pada Jumat kali ini, berikut ini merupakan contoh teks khutbah Jumat yang bisa Anda bawakan.

Contoh teks khutbah ini dilansir dari laman islam.nu.or.id yang dikhususkan kepada orang tua yang sudah mempunyai anak dan calon orang tua.

Karena contoh teks khutnah ini mempunyai tema cara untuk membentuk karakter anak yang shalih dan shalihah.

Karena anak yang shalih dan shalihah ini merupakan aset berharga untuk nanti para orang tua diakhirat kelak.

Untuk itu, bagi Anda yang sedang mencari referensi khutbah Jumat singkat, simaklah contohnya di bawah ini.

 

Contoh Khutbah Jumat Singkat

Khutbah I

 

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الْأَحَدِ الْفَرْدِ الصَّمَدِ، الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُسَمَّى بِطَهَ وَأَحْمَدَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ن الْمُجْتَبَى الْمُقَرَّبِ. اَمَّا بَعْدُ، فَيَا اَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَاِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

 

Ma’asyiral hadhirin, hafidzakumullah Pada kesempatan yang mulia ini dan di tempat yang sangat mulia ini, kami berwasiat kepada pribadi kami sendiri, juga kepada para hadirin sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan berusaha menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

 

Ma’asyiral hadhirin, hafidzakumullah Masing-masing di antara kita pasti mendambakan diberi karunia Allah subhanahu wa ta’ala berupa keturunan atau anak yang sholeh, patuh kepada kedua orang tua, cerdas, berguna kepada agama, nusa dan bangsa.

 

Salah satu ulama besar dari kalangan kita yang telah wafat adalah KH Abdullah Zen Salam, ulama kenamaan asal Pati Jawa Tengah. Beliau pernah berpesan bagi siapa saja yang ingin anaknya jadi anak saleh, hendaknya ia sering-sering mbancak’i anaknya.  Di dalam tradisi Jawa, biasanya jika ada orang mempunyai anak kecil, ia akan membikin semacam selamatan bisa berupa nasi atau sejenisnya kemudian dibagi-bagikan ke para tetangga atau warga sekitar. Bancaan dalam tradisi Jawa merupakan bentuk sedekah dalam bahasa agama.

 

Hanya saja, Mbah Dullah, sapaan akrab Kiai Abdullah Salam, mewasiatkan bahwa bancaan tidak mesti harus menunggu kapan hari neptu-nya atau sesuai kapan hari lahirnya, tapi bancaan atau sedekahan perlu dilakukan sesering mungkin. Rasulullah saw bersabda:

 

الصَّدَقَةُ تَسُدُّ سَبْعِيْنَ بَابًا مِنَ السُّوْءِ

 

Artinya, “Sedekah itu menutup 70 pintu keburukan.” (HR At-Thabarani)

 

Hadirin yang berbahagia Anak nakal itu merupakan keburukan, tidak mau belajar rajin merupakan sebuah keburukan, tidak patuh terhadap kedua orang tua juga keburukan, tidak mau mengaji juga keburukan, dan berbagai keburukan yang lain, maka untuk menutup atau menangkal keburukan-keburukan tersebut perlu bersedekah atau bancaan yang dilakukan oleh orang tua yang pada saat ia memberikan sedekahnya sembari berniat mbancak’i atau menyedekahi anaknya.

 

Sedekah tidak melulu dengan harta. Kita bisa memilih sedekah sesuai dengan kemampuan kita.  Sabda Rasulullah saw:

 

مَنْ كَانَ لَهُ مَالٌ فَلْيَتَصَدَّقْ بِمَالِهِ

 

Artinya, “Barangsiapa memiliki harta, bersedekahlah ia dengan hartanya.”

 

وَمَنْ كَانَ لَهُ عِلْمٌ فَلْيَتَصَدَّقْ بِعِلْمِهِ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *