Bantuan yang dinilai kecil itu lantas, dikritik oleh Ketua Fraksi PKS yang juga Anggota Komisi 1 DPRD Jawa Barat, Haru Suandharu.
Haru mengatakan, anggaran penanggulangan bencana sebesar Rp 20 Miliar sangat minim jika di bandingkan untuk renovasi dan peremajaan alun-alun.
Menurutnya, meskipun perbaikan, renovasi dan peremajaan alun alun menjadi janji kampanye yang harus dituntaskan. Namun hal itu dinilai tidak bijak mengingat saat ini Jabar tengah berduka dengan maraknya bencana alam dan berbagai potensi bencana alam lainnya yang bisa terjadi kapan saja.
Baca Juga:SRC Ajak Toko Kelontong Gelar Semarak Pesta Retail dan Bantu Korban Gempa CianjurBinawan Kirimkan 37 Perawat untuk Bekerja di Singapura
“Meski itu janji kampanye, alangkah bijaknya jika anggaran Rp. 156 M yang di anggarkan untuk renovasi, penataan perbaikan alun alun yang tertuang dalam APBD 2023 bisa dikaji kembali, apalagi saat ini situasinya tidak mendukung, kata dia.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun merespon soal minimnya anggaran kebencanaan dibandingkan dengan peremajaan alun-alun.
Orang nomor 1 di Jawa Barat itu melalui akun Media Sosialnya @Ridwan Kamil mengklaim hal tersebut sesuai dengan permintaan Kepala Daerah yang bersangkutan.
“Rp. 20M itu sesuai permohonan kepala daerah, bisa di tambah sesuai kebutuhan,” ucapnya. Rabu (14/12).
Selain itu, dia pun menyebutkan, anggaran untuk penanggulangan kebencanaan di Jabar sudah didistribusikan bukan hanya Cianjur. Akan tetapi, semua daerah yang terkena bencana sepanjang 2022.
“Kan Kang Haru juga menyetujui APBDnya,” tulis dia. (win/yan)
