Antisipasi Krisis Pangan, DKP Kabupaten Bogor Bangun 4 Lubung Padi

Antisipasi Krisis Pangan, DKP Kabupaten Bogor Bangun 4 Lubung Padi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sigit Wibowo. (Foto: Sandika Fadilah /Jabarekspres.com)
0 Komentar

Jabarekspres.com – Guna menghadapi krisis pangan dan resesi global, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) membangun empat Lumbung Pangan Masyarakat (LPM).

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor, Iwan Setiawan menyampaikan, lumbung padi itu dibangun di beberapa kecamatan yakni, Kecamatan Cariu, Tanjungsari, Jonggol dan Pamijahan.

”Lumbung ini kita bangun untuk menyimpan cadangan pangan dengan sumber anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK),” katanya, kepada wartawan, Rabu (14/12).

Baca Juga:QNET Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Bumi di CianjurMenkes Minta Izin Contek Penanganan Stunting di Jabar

Menurutnya, pembangunan lumbung pangan tersebut sangat penting, selain untuk sarana tunda barang bila harga sedang kurang bagus juga untuk menyimpan cadangan pangan.

”Dengan dibangunnya lumbung pangan ini, kita bisa bersiap dan bisa memproduksi pangan dalam situasi cuaca apapun. Ini penting, makanya di sini ada pengeringan, ada penyimpanan dan ada juga alat yang lain,” bebernya.

Dia pun meminta agar masyarakat melalui kelompok tani untuk menjaga lumbung pangan tersebut, serta terus memanfaatkannya untuk masyarakat sekitar khususnya di Kecamatan Cariu.

”Mudah-mudahan dengan adanya lumbung ini, Kabupaten Bogor bisa menangkal paceklik pangan. Sehingga, menyongsong tahun 2023, keadaan cadangan pangan itu tetap aman dan terkendali,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Sigit Wibowo mengatakan, saat ini produksi beras di Kabupaten Bogor hanya mampu dikonsumsi 56 persen dari jumlah masyarakat yang ada sekitar enam juta jiwa. Sehingga masih memerlukan pengiriman beras dari daerah lain.

”Kita punya stok beras hasil kerjasama dengan Bulog hanya 400 ton dari jumlah ideal yang seharusnya sebanyak 1500 ton,” katanya.

Dinas ketahanan pangan Kabupaten Bogor pun terus fokus untuk menghasilkan kualitas beras yang lebih baik lagi. Sehingga, masyarakat dapat mengkonsumsi beras yang layak.

Baca Juga:DPRD Bogor Segera Sahkan Raperda Sistem Pertanian OrganikPenyerapan Tenaga Kerja Bagi Disabilitas di Jabar Masih Rendah

”Kami sedang mencoba untuk meningkatkan kualitas beras yang ada, ya minimal SNI,” ucapnya.

Dia mengakui, ada beberapa perangkat di lapangan yang saat ini masih kurang, mulai dari lantai jemur kurang representatif, penggilingan kurang baik dan yang paling utama adalah meningkatkan kekeringan beras.

Lumbung ini bertujuan meningkatkan peran serta lumbung pangan masyarakat desa sebagai salah satu komponen cadangan pangan,” terangnya.

0 Komentar