Kemudian, lanjutnya, lumbung itu juga bertujuan untuk menampung ledakan volume stok cadangan pangan serta meningkatkan kemampuan pengurus dan anggota Gapoktan dalam pengelolaan cadangan pangan.
”Lumbung ini juga berfungsi meningkatkan kelembagaan cadangan pangan masyarakat dalam penyediaan pangan secara optimal dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan anggota Gapoktan, memberikan kontribusi terhadap pergerakan pangan. Sehingga lembaga sosial ekonomi masyarakat mampu menjadi lembaga penggerak ekonomi,” bebernya.
Untuk mengantisipasi kekurangan stok beras, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor menyalurkan anggaran Rp. 4 miliar untuk 4 desa di empat kecamatan.
Baca Juga:QNET Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Bumi di CianjurMenkes Minta Izin Contek Penanganan Stunting di Jabar
”Anggaran itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), anggaran itu diperuntukan bagi peningkatan kualitas beras hasil pertanian di Bumi Tegar Beriman,” pungkasnya. (sfr)
