Pakar IT SEVIMA: Kampus Harus Digitalisasi jika Tak Ingin Gulung Tikar!

Pakar IT dari SEVIMA sekaligus Dosen Senior di Universitas Trunojoyo Madura, Wahyudi Agustiono mendarong kampus digitalisasi.
0 Komentar

“Rumus kami di SEVIMA Platform yakni sistem di perguruan tinggi harus terintegrasi dan terkoneksi. Mari kita kembangkan ekosistem digital, yang memberi impact dan terkoneksi. Karena sebagus apapun aplikasi dan sistem, kalau tidak terkoneksi atau datanya tidak aman maupun tidak sesuai dengan regulasi yang ada, itu akan bahaya!,” lanjut Wahyudi mewanti-wanti perguruan tinggi.

  1. Siapkan SDM di Kampus untuk Menghadapi Digitalisasi

Tips pamungkas, digitalisasi menurut Wahyudi tak hanya menggunakan gadget baru maupun aplikasi baru. Digitalisasi juga akan membawa budaya baru. Oleh karena itu sumber daya manusia (SDM) di kampus perlu disiapkan untuk menghadapi digitalisasi.

Wahyudi memahami bahwa menyiapkan SDM tidaklah mudah. Namun semua civitas kampus harus bergerak dan mencoba, karena hal ini sudah jadi tuntutan zaman. Wahyudi merujuk pada data bahwa kini jumlah gadget yang ada di Indonesia sudah lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk. Sebab satu orang bisa saja memiliki lebih dari satu gadget.

Baca Juga:Tuai Protes, Parkiran Sepeda Listrik Beam Kembali DisoalJelang Akhir Tahun, Disparbud Kabupaten Bogor Bakal Gelar Pameran Ekraf

“Artinya, semua orang di Indonesia saat ini sudah terekspose digitaliasi. Kampus harus berubah dan mengembangkan kultur digital, jika tidak ingin gulung tikar. SEVIMA sendiri sudah membuktikan, 700 lebih perguruan tinggi mitra kami, itu tersebar di seluruh Indonesia dari Aceh, Kupang (Nusa Tenggara), hingga Papua. Di semua kampus yang telah melakukan digitalisasi tersebut, revolusi pendidikan tidak hanya sukses karena sistem yang canggih, tapi juga karena SDM yang mau berubah jadi lebih baik!,” pungkas Wahyudi. (win)

0 Komentar