Keluarga Sempat Tolak Jemput Jasad Pelaku Bom Bunuh Diri Astanaanyar

AKSI TEROR: Situasi dan kondisi terkini pasca bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung. (SANDI NUGRAHA/JABAREKSPRES)
AKSI TEROR: Situasi dan kondisi terkini pasca bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung. (SANDI NUGRAHA/JABAREKSPRES)
0 Komentar

BANDUNG – Pihak keluarga sempat menolak menjemput jasad pelaku bom bunuh diri Astanaanyar yang memakan satu korban jiwa Anggota Polsek Astananyar akibat aksinya.

Hingga saat ini, jenazah pelaku bom bunuh diri itu masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih dan belum diambil oleh pihak keluarga.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengungkapkan, pihak rumah sakit sebelumnya telah berkoordinasi dengan keluarga pelaku untuk melakukan proses penyerahan jenazah.

Baca Juga:Disdik Kota Bogor Bantu Korban Gempa Cianjur Rp 490 JutaTak Ada Kesepakatan Pengusaha-Pekerja, Disnakertrans KBB Sebut Rekomendasi Ganda

“Tetapi pada saat dikomunikasikan, pihak keluarga sempat menolak, karena dianggap teroris. Jadi tidak mau terima jasad pelaku,” ujar Ibrahim, Jumat 9 Desember 2022.

Akan tetapi, setelah melakukan komunikasi lebih lanjut Ibrahim menuturkan bahwa pihak keluarga telah bersedia menerima jasad dari pelaku bom bunuh diri tersebut.

“Setelah dikomunikasikan lagi, pihak keluarga akhirnya mau menerima jenazahnya,” pungkasnya.

Diketahui, pelaku bom bunuh diri di Mapolsek Astanaanyar, Kota Bandung, Rabu 7 Desember 2022, merupakan residivis dengan kasus yang sama.

“Yang bersangkutan pernah ditangkap dalam peristiwa bom Cicendo dan sempat dihukum selama 4 tahun. Dan di bulan September 2021 lalu yang bersangkutan bebas,” kata Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo, Rabu 7 Desember 2022 lalu. (san)

0 Komentar