Menarik! ISBI Bandung Menggelar Seminar SO-CIETY

BANDUNG – Kamis, 10 November 2022 di gedung Sunan Ambu ISBI Bandung, sedang berlangsung kegiatan seminar internasional yang dihadiri oleh kalangan mahasiswa, dosen, dan pegiat seni di seluruh Indonesia. Seminar ini diadakan oleh ISBI dalam rangka International Cultural Arts Space (ICAS-FEST) tahun 2022.

Acara ini dibuka langsung oleh Dr. Yanti Heriyawati. S.Pd., M.Hum disertai vidio tarian yang berjudul “Pukat Lam Dunya” yang merupakan sebuah karya dari Yanti sendiri.

Dengan menghadirkan beberapa narasumber yang kompeten dari berbagai negara, diantaranya ada Lutfi Adam, Ph.D. dari monash Indonesia fumbarton Oaks/Harvard university, dengan moderator Frof. Dr. Een Herdiani, S.Sen., M.Hum dari Pascasarjana ISBI Bandung.

Tema yang dibawakan oleh pria yang akrab disapa Kang lutfi itu adalah  “History, Culture, and Environment”. Kang Luthfi sendiri merupakan sejarawan modern, sejarawan di lingkungan, juga merupakan seorang peneliti di Monash Indonesia.

“Kita butuh karya seni yang menggugah dan menggerakan,” ucap kang lutfi dari sela-sela materinya. Ia juga menjelaskan bahwa kondisi alam dan budaya Indonesia sudah mulai rusak oleh tangan-tangan manusia. Sehingga ia mengajak kepada seluruh pegiat seni untuk ikut andil dalam menjaga alam semesta, yang dikemas lewat sebuah karya seni budaya yang dapat menggugah, menyadarkan dan menggerakan masyarakat.

Tidak hanya itu, selain kang lutfi ada juga kang Edo suanda sebagai narasumber yang kedua dengan tema “Ethnomusicology, Conservation, and innovation, in experiential procsess af den kisot” yang dimoderatori oleh prof. Dr. Athur S.Nalan, S.Sen., M.Hum dari Pascasarjana ISBI Bandung.

Dalam Sambutan Wakil rektor III ISBI Bandung menjelaskan bahwa acara ini adalah salah satu bentuk branding, bahwa ISBI harus menjadi center Pendidikan yang kreatif, inovatif, dalam berkarya. ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan ke 4 kalinya. harapan nya, dengan adanya seminar ini dapat mengembangkan kreativitas, kualitas seni budaya dan digital dikalangan mahasiswa, dosen dan pegiat seni.

Dari kegiatan seminar ini, Dapat menyadarkan Peserta bahwa  tidak hanya ilmuan atau sejarawan saja yang memiliki kepentingan akan penjagaan alam dan budaya, namun para pelaku seni pun memiliki peran yang sama dan tidak kalah pentingnya. Sehingga antara para ilmuan dan sejarawan bisa berkolaborasi dengan pegiat seni untuk melindungi kesejahteraan alam dan budaya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan