Membaca Kode Jokowi untuk Prabowo

JabarEkspres.com, BANDUNG – Presiden Joko Widodo menyebut pemilihan presiden berikutnya adalah jatah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pernyataan itu Jokowi sampaikan di puncak peringatan ulang tahun Perindo di Jakarta (7/11).

Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, menilai pernyataan Jokowi ke Prabowo tersebut dengan beberapa makna.

Pertama, bisa menjadi ucapan terima kasih Jokowi kepada Prabowo karena telah berjasa mendukungnya di Pilgub DKI Jakarta 2012 dan selalu menang di Pilpres 2014 dan 2019 melawan Prabowo.

Kedua, masuknya Prabowo ke pemerintahan Jokowi telah mengurangi dinamika politik di tingkat elite, sehingga memudahkan Jokowi melakukan stabilitas politik pascapilpres 2019.

Ketiga, Jokowi membuka ruang kompetisi antara capres dari KIB dan Ganjar.

“Ini jelas terlihat bahwa Pak Jokowi nggak mungkin endorse satu atau dua capres di Pilpres 2024,” kata Arifki di Bandung, Selasa 8 November 2022.

“Capres dari KIB, Ganjar, dan Prabowo harus bersaing juga jika ingin dukungan Jokowi tidak terbagi,” imbuhnya.

Dia mengatakan, pujian yang diberikan oleh Jokowi kepada Prabowo tentu dilakukannya juga kepada figur lainnya, seperti Airlangga Hartarto di beberapa kegiatan Golkar.

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa Jokowi memberi ruang kepada setiap menterinya bertarung di Pilpres 2024.

Selain itu, komentar Jokowi ini pun tentu menjadi angin segar bagi para menteri lainnya untuk berpacu agar masuk ke dalam perbincangan Jokowi di berbagai forum.

Dia menuturkan, langkah politik yang dilakukan oleh Jokowi menujukkan kekuatannya di Pilpres 2024. Apalagi dengan munculnya Istilah jangan sembrono memilih capres di acara Golkar dan Perindo.

Menurutnya, hal itu menjadi sinyal bahwa Jokowi sedang memainkan posisinya sebagai “King Maker”, siapa-siapa saja tokoh yang layak bertarung di Pilpres 2024 perlu memahami pekerjaan besar memimpin Indonesia. Salah satunya: melanjutkan hal besar yang telah dibangunnya.

“Dari narasi yang dimainkan oleh Jokowi akhir-akhir ini, terlihat bahwa Jokowi berkepentingan dengan capres terpilih di 2024. Jokowi sudah banyak membangun hal-hal besar, salah satunya dibidang infrastruktur,” kata dia.

“QDengan mendorong capres yang berpotensi melanjutkan pembangunan yang telah dilakukannnya, itu tentunya sah-sah saja”, tutup Arifki.***

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan