Efek Ketidakshiddiqan

Masalah yang seharusnya selesai dalam 10 menit, bisa menghabiskan waktu berhari-hari bahkan berlarut-larut tak terselesaikan bahkan bisa menimbulkan masalah-masalah lain yang lebih buruk.

Persoalan yang seharusnya hanya melibatkan dan selesai oleh 2 atau 3 orang saja, bisa jadi melibatkan banyak orang bahkan satu negara ikut terkena imbas buruknya.

Itu sedikit gambaran dari adanya perilaku KETIDAKSHIDDIQAN atau ketidakjujuran.

Tidak akan berlarut-larut masalah, jika setiap orang berlaku SHIDDIQ

Didalam keluarga, kumpulan, lembaga, instansi, organisasi massa, partai politik, dan lain sejenisnya dari mulai level terbawah dan terkecil hingga level negara..

1 Orang saja berlaku tidak SHIDDIQ di cakupan terkecil sekalipun pasti akan menimbulkan masalah yang berlarut-larut dan bercabang-cabang..

Apalagi jika di cakupan yang lebih besar dan dilakukan dengan massif oleh banyak orang yang terlibat di cakupan tersebut..

Terlebih lagi jika diantara mereka saling tahu dan saling memegang rahasia atau “KARTU AIB” masing-masing satu sama lain..
Bisa diperkirakan bukan dibayangkan lagi, sebesar apa dan seluas apa masalah yang bisa terjadi dan berapa lama bisa diselesaikan bahkan bisa jadi tidak selesai-selesai menjadi warisan persoalan untuk generasi berikutnya dan berikutnya lagi terus turun temurun …

SHIDDIQ adalah pilar penting kebahagiaan, yang hadiah bagi pelakunya sangat luar biasa hebatnya yaitu akan diangkat derajatnya hingga hanya satu tingkat dibawah para Nabi dan Rosul Alloh ..

Karena SHIDDIQ ini adalah SHIFAT RASUL ( silakan baca : SHIFAT RASUL, Bagaimana Tahapan Mengamalkannya Dengan Benar ), yang artinya jika sifat ini dilakukan oleh orang-orang biasa maka ini adalah bukti kesungguhan untuk mencapai derajat tertinggi di hadapan Alloh SWT…

Secara sederhana SHIDDIQ ini artinya BENAR …

Yaitu …:

– Bersikap dan berbuat tepat sesuai dengan Nilai-nilai Al Qur’an dan arahan Rosuululloh Muhammad SAW

– Berkata, bersikap dan berbuat Apa adanya tanpa Rekayasa apalagi dengan makar sesat..

– Berani mengakui kesalahan dan siap meNanggung segala resiko tanpa menunjuk kambing hitam atau tumbal kesalahannya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *