Stok Plasma Konvalesen di Bandung Masih Kosong

Stok Plasma Konvalesen di Bandung Masih Kosong
Plasma konvalesen yang dikumpulkan di pusat donor darah selama pandemi Covid-19. (Foto: John Galt/Wikimedia Commons)
0 Komentar

JabarEkspres.com, BANDUNG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung menyampaikan, hingga saat ini, ketersediaan plasma konvalesen bagi para penyintas Covid-19 masih belum tersedia. Pihaknya mengaku kesulitan.

Hal itu terjadi lantaran menurunnya kasus penyebaran Covid-19. Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kota Bandung, Uke Muktimanah menyebut, pihaknya kesulitan mendapatkan titer antibodi tinggi.

Terlebih, kata Uke, kegiatan donor plasma konvalesen pun masih dalam tahap pengujian.

Baca Juga:Belum Meratanya Kesetaraan Hak, Kawan Individu Spesial Diberi Motivasi Lewat FilmSoal Migrasi Kendaraan BBM ke Listrik, Pengamat Ekonomi: Bagus, Asal Bukan Gimmick

“Sekarang juga terapi plasma konvalesen tidak lagi seperti dulu, kan masih dalam penelitian,” ucap Uke saat dikonfirmasi, Rabu, 21 September 2022.

Sementara itu, ketersediaan pada periode sebelumnya, yakni sisa-sisa stok plasma konvalesen ternyata sudah masuk masa kadaluarsa. Beberapa dinyatakan tidak dapat digunakan.

“Stoknya pun tidak ada. Kemarin terakhir sudah masuk expired. Kadaluarsa tidak banyak. Tapi kami selalu prepare, (mengantisipasi, red) takut kasus tiba-tiba naik,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, akibat tidak tersedianya stok tersebut, seorang pasien yang membutuhkan donor plasma konvalesen, pasrah tidak bisa menjalani terapi.

“Permintaan kemarin, ada. Satu. Tapi, ya, memang kami sulit. Karena untuk terapi dengan plasma konvalesen itu harus memiliki titer antibodi yang tinggi,” papar Uke.

Dirinya menjelaskan, stok plasma konvalesen itu amat membutuhkan titer antibodi yang tinggi. Yakni jenis tes darah yang dipergunakan untuk menentukan keberadaan dan tingkat antibodi darah.

“Kalau untuk (donor) plasma konvalesen itu, kan, kita harus mengambil titer antibodi yang tinggi. Sementara kasusnya saat ini sudah menurun. Jadi mencari titer antibodi yang tinggi itu sulit,” pungkasnya.*** (zar)

0 Komentar