PBB Ingatkan 2050 Dunia Akan Mengalami Krisis Air!

Kondisi ini menyebabkan pergeseran pola curah hujan dan musim pertanian, dengan dampak besar pada ketahanan pangan dan kesehatan manusia dan kesejahteraan.

Sementara itu, bahaya terkait air telah meningkat frekuensinya selama 20 tahun terakhir. Sejak 2000 lalu, bencana terkait banjir telah meningkat sebesar 134 persen dibandingkan dengan dua dekade sebelumnya.

WMO memiliki data, tujuh persen lebih kelembaban di atmosfer karena pemanasan saat ini dan itu juga berkontribusi terhadap banjir. Sebagian besar kematian terkait banjir dan kerugian ekonomi tercatat di Asia.

Pada saat bersamaan, peningkatan kekeringan terjadi sekitar 30 persen Afrika adalah benua yang paling parah terkena dampaknya.

Taalas mendesak negara-negara di COP26 untuk segera memainkan peran dalam menanggapi ancaman secara Global itu.

‘’Sebagian besar pemimpin dunia berbicara tentang perubahan iklim sebagai risiko besar bagi kesejahteraan umat manusia, tetapi tindakan mereka tidak sesuai dengan kata-kata mereka,’’ujar Taalas.

“Kita tidak bisa menunggu selama beberapa dekade kini saatnya mulai beraksi dengan dukungan semua pihak,” pungkas Taalas. (yan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *