Lagu God Save The Queen Versi Sex Pistols: Bentuk Protes Terhadap Queen Elizabeth II

lagu god save the queen
Lagu God Save The Queen Versi Sex Pistols: Bentuk Protes Terhadap Queen Elizabeth II
0 Komentar

Jabarekspres.com – Tahun 1977 lahir band punk rock dengan lagu “God Save The Queen” versi kontroversial. yang menentang kebijakan monarki Queen Elizabeth II

Saat ini lagu kebangsaan Britania Raya (Inggris) God Save The Queen sedang ramai dinyanyikan oleh rakyat Inggris.

Lagu God Save The Queen ini ramai dinyanyikan di depan Istana Buckingham lantaran adanya kabar duka bahwa Ratu Elizabeth II meninggal pada hari ini, Jumat (9/9/2022).

Baca Juga:6 Fakta Menarik Kebiasaan Makan Ratu Elizabeth II Semasa HidupRatu Elizabeth II Meninggal Dunia, God Save The Queen

Namun ketika kita melihat sejarah, ada sebuah Band fenomenal yang pada masanya banyak dicekal karena lagu-lagu mereka yang kontroversial.

Cikal bakal band punk rock paling berpengaruh di Inggris ini merilis “laguGod Save The Queen” untuk berdiri teguh menentang kebijakan monarki Ratu Elizabeth II, yang dipandang sebagai bentuk pemerintahan fasis.

Judul “God Save The Queen” diambil dari lagu kebangsaan Inggris dengan nama yang sama.

Sex Pistols menerbitkan God Save The Queen pada tahun 1977 untuk memperingati pemerintahan Ratu Elizabeth II.

God Save The Queen versi Sex Pistols ini memiliki makna tentang protes yang cukup kontroversi tahun pada tahun 1977.

Single ini secara resmi dirilis oleh Sex Pistols pada Mei 1977 di label Virgin Records milik Richard Branson.

Mengutip dari tribunnews.com Saat itu, keberadaan lagu God.Save the Queen menimbulkan kemarahan di Inggris.

Baca Juga:9 Cara Memikat Wanita Tanpa Ke Dukun, DIjamin Luluh!Jadwal Tayang Film dan Series MCU Fase 5 dan 6, Avengers Akan Hadir di 2025!

Akibatnya, lagu itu dilarang oleh BBC, tetapi menjadikannya No. 2 di UK Singles Chart.

Sex Pistols memutuskan hubungan dengan industri musik dan dirilis pada mantan label mereka, A&M.

Pada tahun 1977, Sex Pistols membuatlagu berjudul “God Save the Queen.” Band membantah bahwa rekaman itu adalah aksi yang dirancang oleh manajer mereka dan mantan promotor New York Dolls Malcolm McLaren.

Lagu tersebut menggunakan potret Ratu Elizabeth II, dengan peniti di bibirnya dan lengan lakban yang menunjukkan huruf seperti tebusan di mata dan mulutnya. Tiba-tiba, lagu itu dilarang oleh BBC. tetapi malah menjadi lebih populer. Kerajaan Inggris dalam hiruk-pikuk, dan Sex Pistols menjadi perhatian para pendukung monarki.

Dikutp dari nationalgeographic.grid.id  Lydon, yang menulis liriknya, mengklaim lagu itu disalahpahami. Lagu itu benar-benar gagasan ide untuk marah pada ketidakpedulian Ratu kepada publik dan ketidakpeduliannya kepada kita manusia.

0 Komentar