Digitalisasi Bidang Farmasi Antarkan Bio Farma Raih Sertifikat INDI 4.0 dari Kemenperin

Digitalisasi Bidang Farmasi Antarkan Bio Farma Raih Sertifikat INDI 4.0 dari Kemenperin
Direktur Transformasi & Digital Bio Farma, Soleh Ayubi (kedua dari kanan) menerima Sertifikat INDI 4.0 Level 3, diserahkan oleh Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Doddy Rahadi (kanan), didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian BUMN, Dody Widodo (ketiga dari kanan) dan Deputi Bidang SDM dan TI Kementerian BUMN, Tedi Bharata (kiri).
0 Komentar

Bio Farma turut berpartisi dalam pameran ini dengan memperkenalan dua kategori inovasi terbaru yaitu kategori produk Business to Business yang terdiri dari SMDV dan Q100+. Q100+ merupakan digitalisasi di ranah manufaktur untuk menjaga integritas data meliputi ruang lingkup produksi, Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA).

Selain Q100+, juga ada Medbi, yang merupakan platform yang mempertemukan supply dan demand untuk produk farmasi sehingga platform ini sebagai marketplace yang menghubungkan retailer atau pelayanan kesehatan kepada distributor resmi sehingga produk yang didapatkan terjamin keasliannya.

Sementara kategori Business to Consumer yaitu Medevo, yang merupakan aplikasi telemedicine dengan fitur patient to doctor, doctor to doctor dan ada juga filter e-learning bagi dokter.

Baca Juga:Mikhail Gorbachev, Presiden Terakhir Uni Soviet Meninggal DuniaPeserta JKN Makin Mudah Mengakses Pelayanan Kesehatan, Cukup Pakai NIK

Tak sampai di situ, ada juga Medwell, aplikasi yang mengingatkan orang agar terhindar dari penyakit dengan memberikan notifikasi kepada pengguna mulai dari status kesehatan, pengingat minum obat, exercise dan istirahat yang cukup.

Semua aplikasi ini akan masuk ke fitur super apps yang Bernama Mediverse (Medical Universe) yang akan menghubungkan pasien online ke klinik online maupun offline, memiliki jejaring klinik, lab dan rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia.

0 Komentar