BBM 303

Budi Utomo

Konon Jokowi langsung memanggil Ahok ke istana untuk dimarahi. Karena NU sangat strategis secara politik. Konon lho ya. Dan di institusi agama maupun politik selalu ada yang beraliran Konservatif dan Liberal. MA termasuk yang konservatif. Gus Dur termasuk yang Liberal. Kalau Gus Dur masih hidup waktu kasus Ahok pasti bakal rame. Gus Dur pasti membela Ahok bakal berhadapan dengan MA. Jangan lupa Gus Dur berkampanye mendukung Ahok waktu di Belitung.

 

No Name

Ingat Ahok jadi ingat keponakan yg tinggal di DKI saat Pilkada 2017, dia alumni ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Dia pendukung Jokowi di pilpres 2014 sekaligus pendukung Ahok di Pilgub DKI 2017, sangat militan. Eh ndilalah setelah nonton sidang Ahok yg menghadirkan KH Ma’ruf Amin sebagai saksi & disitu si Ahok marah ke KH Ma’ruf Amin sambil tangannya menunjuk ke beliau, sontak keponakan saya & banyak kalangan NU yg emoh mendukung Ahok. Jadi, salah alamat kalo Ahoker menjadikan Buni Yani sebagai lawan. Betewe, terimakasih Pak KH Ma’ruf Amin

 

Mirza Mirwan

Sebelum subuh, saya sudah menduga bahwa CHD hari ini akan banjir komentar — meski banjirnya tak seperti zaman Disway App dulu. Dan ternyata benar. Sepulang Jumatan dari luar kota, dan makan siang, sudah ada 130-an komentar. Saya coba membaca belasan di antaranya. Kebanyakan sangat obyektif, tanpa mendasarkan pada faktor primordial. Atau prasangka. Harusnya memang begitu. Dan baru sekarang saya tahu, ternyata yang beberapa hari terakhir menggunakan nama EVMF adalah Bung Liang Yang An. Itu terlihat dari profile yang berupa silhuete orang memainkan biola. Entah apa kepanjangan EVMF itu. Mungkin “Enjoy Violin Makes Fine” wkwkwkwk. Menikmati biola akan membuat segalanya baik-baik saja — setidaknya begitulah yang terjadi pada saya.

 

Bahtiar HS

Hari ini Abah menampilkan sosok BTP. — setelah kemarin Pak Laks Entah mengapa, saya jadi teringat pesan guru saya sangu hidup bermasyarakat, yakni: Nyenengna uwong Nguwongna uwong Nggatekna uwong Ora nggelakna uwong Gampang diucapke, angel lakonane.

 

Johannes Kitono

Kursus kepemimpinan model ” Lemhanas BTP ” yang pesertanya terbuka untuk kader partai mana saja pasti menarik. Kalau dosennya selain Ahok juga perlu perlu ada : Surya Paloh , Prabowo Subianto, Airlangga Hartato, Megawati, SBY, Dahlan Iskan dan last but not least Anies Baswedan. Biar para kader bisa diskusi terbuka dan memilih model Pemimpin mana yang cocok buat NKRI.

 

daeng romli

Setelah membaca hampir semua komen dr “masyarakat disway”, Rata2 mereka suka dgn BTP / Ahok. Dari sisi profesianal, integritas, dll. Tapi sisi yg tdk disukai adalah dr sisi pribadi Ahok yg ceplas ceplos, kadang mengumpat bahkan ada yg tdk suka krn kawin lagi setelah cerai dgn istri pertama…hehehe. Yg perlu diingat masih ada pejabat lain yg seperti itu, maksud saya yg ngomongnya ceplas ceplos tp malah karirnya naik….mosok lali karo Bu Risma ex Walikota Suroboyo, kurang keras tah nek lagi ngamuk katek nuding2 sisan….tp aneh nya yo tetep moncer karirnya. Iki paling sesok ditulis Abah DI….(ngarep2)…

 

balagak nia

sambo itu pegang banyak kartu truf, kasus ahok (diripitdum bareskrim polri), chat cabul hrs, km 50, joko chandra, kebakaran gd kejagung, judi, narkoba…yakin semuanya direkayasa….sambo mencoba peruntungan lagi di kasus brigadir j, ternyata skenario rekayasanya mbleset, dia berharap sesuai skenarionya krn memegang banyak kartu truf…..YG DIATAS membuka bobrok sambo (polri), sekarang tinggal menunggu apakah sambo mau membuka itu semua & taruhannya nyawa…

 

Budi Utomo

Konon Jokowi langsung memanggil Ahok ke istana untuk dimarahi. Karena NU sangat strategis secara politik. Konon lho ya. Dan di institusi agama maupun politik selalu ada yang beraliran Konservatif dan Liberal. MA termasuk yang konservatif. Gus Dur termasuk yang Liberal. Kalau Gus Dur masih hidup waktu kasus Ahok pasti bakal rame. Gus Dur pasti membela Ahok bakal berhadapan dengan MA. Jangan lupa Gus Dur berkampanye mendukung Ahok waktu di Belitung.

 

Johan

Ahok memang fenomenal sih. Sampai media TV dari Tiongkok (CCTV 4) pun datang mewawancarainya secara ekslusif, sewaktu dia masih menjabat di DKI Jakarta. Bahasa Mandarinnya tidak terlalu bagus, tapi pede aja ngomongnya. Seorang Chinese overseas sampai menarik perhatian dari negara leluhur, tentunya bukan orang kelas keroco. Mungkin kalau Ahok berniat pindah warga negara, akan diterima dengan tangan terbuka. Tapiii… (saya benci mengatakan ini. Mengingatkan sebuah ungkapan yang saya lupa berasal dari mana : “Everything after the word “but” is bullshit, and essentially makes everything before “but” meaningless.” Jadi sudah lah tidak usah saya teruskan).

 

Er Gham

Kenapa dinamakan BTP Model Leadership. Sekalian saja dinamakan Ahok Way Leadership. Mirip GE Way. Sehingga tidak terjebak jargon Bersih, Transparan, Profesional. Lengkap dengan sertifikat yang ditandatangani Ahok. Ini kan akan dibuat banyak gelombang. Sampai 2024 sepertinya.

 

Marettasari Marettasari

Jangan lupa materi pendidikannya di tambah etika berkomunikasi & etika toleransi ya, jd pengalaman buruk BTP tidak diulang oleh generasi berikutnya

 

Multi Suk

Yang saya koreksi dari tulisan ini cuma 2 saja. 1. Masyarakat Belitung timur dikatakan Islam yang religius. Itu jelas tidak benar sebab jika dia religius tidak akan menentang ayat Alquran yang melarang memilih pemimpin kafir 2. Ahok menjalani hukuman 2 tahun. Kapan dia masuk LP? Yang ada dia di Mako Brimob enatah ngapain juga tidak tahu. Apakah itu menjalani hukuman? Bukan. Karena sesuai undang-undang menjalani hukuman itu di LP bukan di rutan

 

Rubby Rubby

Tidak ada manusia yg sempurna… mau dicari salahnya pasti ada. Demikian pula baiknya jg pasti ada. Yg terpenting adalah “Right man on the right place” menempatkan kelebihan seseorang sesuai posisinya. Jika pejabat publik tugasnya diutamakan utk kesejahteraan rakyat, maka carilah tokoh yg sesuai. Jika mencari pejabat publik dengan pemikiran yg campur aduk gak jelas maka jelas tdk ada pernah ada yg cocok, misalkan mencari pejabat publik tapi membayangkan tokohnya sebagai figur suami/istri, pemuka agama, guru, teman, dsb. Sampai kiamat jg gak pernah ada yg betul2 ideal. Entah kurang tegas, kurang ganteng, kurang sopan, klemar klemer, kurang jujur, kurang sabar, kurang ini itu… lah wong nyari pejabat seperti nyari manusia dengan sifat-sifat Tuhan yg Maha Sempurna. Mana Bisa? Mari lebih realistis dan logis karena ini sudah pagi, waktunya bangun dr mimpi semalam.

 

Purnomo Inzaghi

Ahok atau BTP sosok pemimpin yg dibutuhkan saat ini. Mungkin cuma ini kelemahannya : beretnis cina dan beragama non muslim. Diluar itu dia punya atribut komplit untuk jadi pemimpin yg tegas, tidak kenal kompromi. Dia lawan yang tepat untuk para pelaku korupsi, dia model yang pas untuk menyaingi politik identitas yg mulai usang.

 

Muin TV

Mencari pemimpin BTP. Ini sesuai inisial namanya. Basuki Tjahaya Purnama. Tapi diplesetkan menjadi, Bersih, Transparan, Profesional. Karena ini diinisiasi oleh Ahok, saya punya usul. Mencari pemimpin TAI. Transparan, Anti korupsi, Integritas. Kata ini sering diucapkan oleh Ahok ketika dia marah-marah. Yok kita cari pemimpin TAI. Nanti akan diajari secara langsung sama Ahok. Bagaimana caranya menjadi pemimpin TAI. Wkwkwk…..

 

Teguh Wibowo

Di persawahan dekat rumah saya ada seorang bapak2 petani yg sudah sepuh yg selalu menarik perhatian saya. Si Bapak ini adalah penyandang disabilitas, tangannya yg kanan tidak ada alias buntung. Sehingga untuk aktifitas mencangkul, ngrabuk, nyemprot, dsb hanya bisa menggunakan tangan kirinya. Motor yamaha alfa 2 R yg sering dikendarainya pun saya lihat sudah dimodifikasi. Handle gas yg seharusnya berada di setang sebelah kanan dipindah ke setang sebelah kiri. Kemarin sore saya melihat bapak2 sepuh ini baru pulang dari sawah naik motor yamaha alfa 2 R nya. Beliau mengenakan caping dengan paduan kaos partai bekas kampanye partai Demokrat warna putih dg logo tiga berlian warna biru. Di kaos tsb ada foto seorang tokoh partai demokrat berjas hitam dg tulisan dibawahnya “Dahlan Iskan.”

 

hoki wjy

para semut hakim yg memutus Ahok bersalah saat itu tdk menggunakan hati nurani tapi hanya berdasarkan tekanan masa dan tekanan semut yg menjabat wapres saat itu ,mari kita simak kembali pidato Ahok saat itu (kalimat sesentif saya ganti) Kan bisa saja dalam hati kecil bpk ibu enggak bisa pilih saya karena dibohongi PAKAI surat Pak DI 51. apakah saya menyebut surat Pak DI 51 pembohong? tentu tidak justru saya mengingatkan supaya kita tdk dibohongi dg memakai nama surat Pak DI 51 ,celakanya pidato tsb di eidit dan divralkan oleh semut Yani (telah selesai menjalani hukumannya) oleh semut Yani kalimat tsb diubah menjadi: kan bisa saja dalam hati kecil bpk ibu ngak bisa milih saya karena dibohongi surat Pak DI 51 dg menghilangkan kata PAKAI.tentu maknanya jadi berubah bagaikan langit dan bumi. dg menghilangkan kata PAKAI jelaslah itu sama saja menuduh surat Pak DI 51 adalah bohong.jadi jelas sekali Ahok tdk pernah bilang Surat SEMUT 51 tsb adalah bohong.tapi justru mengingatkan kita supaya jangan dobohongi PAKAI surat SEMUT 51.

 

Er Gham

Peserta akan diasramakan di Cibubur selama 3 hari. Perkiraan saya, akan ada pelatihan pengucapan kata secara lantang. Disuarakan dengan keras. Agar peserta didik tegas dan lantang saat berbicara ketika menjadi pemimpin publik. Tidak mendayu dayu. Tidak klemar klemer. Tidak berbelit belit. Serta tidak memanipulasi kata kata yang kadang menjadi kalimat bersayap.

 

Ulil Abshor

Saya termasuk yang suka dengan Ahok. Transparan dan jujur. Lihatlah bgmn saat dia jd anggota DPR dan gubernur. Semua dana operasional di catat dengan detail. Jika lebih, di kembalikan ke negara. Saat kena kasus hukum, woww..gentle donk. Di hadapi. Ngga spt sebelah, yg hrs melarikan diri sampe luar negeri. Herannya, yg transparan spt ini bnyk yg musuhi. Wkwkwk. Dan di antara yg banyak itu, justru mrk yg katanya menjunjung tinggi nilai² amanah dan fathonah. Maha Besar Alloh dengan segala firman-Nya.

 

Kelender Indonesia Lengkap

Sebenarnya BTP itu sudah ada sejak tahun 90 an di Ujung Pandang. Jika Anda mahasiswa Unhas pasti ANDA SUDAH TAHU apa itu BTP.. Bukan Bersih Transparan Profesional, tapi Bumi Tamalanrea Permai. Demikian …

 

Impostor Among Us

Rada-rada rusuh lagi di ruang komentar ini. Pendukung BTP ini terlalu sakit hati pada HRS. Dikira tadinya sakit itu sudah sembuh setelah HRS divonis bersalah dan dipenjara. Ternyat

 

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *