Tunjang KCJB, Flyover dan JPO Ciroyom Mulai Uji Coba 2023

Editor: Reporter: Arvi Resvanty

Dari total lahan seluas 12.000 meter persegi, 7.000 meter persegi merupakan lahan milik KAI. Yana mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan masyarakat.

“Alhamdulillah mereka sangat senang, tapi mereka juga menunggu, karena kita kan harus bayar. Membayar itu kan harus melalui prosedural, ada hitung-hitungannya, supaya semua sesuai dengan keinginan,” tutur Yana.

Masih di tempat yang sama, Kepala Balai Teknik Perkeretaapdian Kelas I Wilayah Jawa Barat, Erni Basri mengatakan, urgensi pembangunan jalur ganda ini sebagai jalur transfer jalur para penumpang dari Padalarang-Bandung.

“Dengan kecepatan kereta seperti itu, perlintasan kita harus steril, sehingga membutuhkan flyover dan JPO. Ini upaya kita untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” ucap Erni.

Dia juga memastikan, penertiban lahan selama ini telah berjalan lancar. Masyarakat sangat kooperatif dan merasa terbantu karena telah difasilitasi dalam pembangunan infrastuktur.

“Untuk nilai ganti untung bagi warga yang usahanya terpaksa kita tertibkan, masih dalam proses perhitungan. Sekarang dari Pemkot Bandung akan menerjunkan tim terpadu untuk menghitung semuanya dan sosdialisasi secara terus menerus kepada masyarakat lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Dadang Darmawan menjelaskan, terkait skema analisis dampak lalu lintas (andalalin), pihaknya telah menyurvei langsung ke lapangan. Jumat pekan ini rencananya akan diterbitkan hasilnya.

“Dishub akan menyusun tugas rekayasa jalan, baik saat pembangunan flyover dan JPO, maupun rekayasa jalan pascapembangunan flyover dan JPO. Lalu, kami juga akan kembali memperbaharui data-data tanah milik Pemkot Bandung yang terkena dampak,” jelas Dadang.*** (Arv)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *