Antisipasi Kendala Lapangan MyPertamina, Booth Bantuan Pendaftaran Didirikan

Editor:

Saat ditanya terkait prediksi penggunaan aplikasi dengan optimal, ia mengatakan pihaknya mengikuti tanggal dari pemerintah dan Pertamina. “Kita ikut instruksi saja, yang kita tahu hari ini baru tahap pendaftaran. Jadi kita masih melayani secara normal, belum ada pembatasan,” jelas Riki.

Awalnya, tahap satu pendaftaran, kata dia berlangsung pada tanggal 1-15 Juli, tahap dua 16-30 Juli. Di tahap dua, konsumen yang belum mendaftar masih diizinkan mengisi BBM namun pengisian maksimal 20 liter.

“Tapi kemarin ada perubahan lagi, tahap satu ini diperpanjang sampai waktu yang belum ditentukan. Jadi masa pendaftaran ini belum ditentukan kapan berakhirnya, kita masih tunggu instruksi lanjutan,” paparnya.

Riki menuturkan, petugas di lapangan juga sudah diberikan sosialisasi terkait pemberlakuan aplikasi ini.

“Kita infokan skema dan prosedurnya seperti apa, jadi ketika ada konsumen yang bertanya mereka bisa jelaskan. Kemarin pun memang masih banyak misinformasi, dan konsumen masih menyangkanya tanggal 1 Juli harus pakai MyPertamina untuk beli bensin, kemarin antri tuh sampai jam 12 malem,” terang Riki.

Misinformasi tersebut, ujarnya, adalah hal yang harus diluruskan. Sedangkan, pendaftaran masih dibuka dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Selama konsumen membawa QR Code, paparnya, pihaknya akan melayani pembelian pertalite dan solar. “Untuk tahap 1 (tahap pendaftaran) ini masih kita layani, nanti ketika sudah diberlakukan, ketika konsumen enggak punya QR Code, kita enggak bisa layani,” ungkapnya.

Masyarakat yang mendaftar ke web  dengan persyaratan lengkap akan diverifikasi selama 7 hari, lalu mendapatkan barcode untuk pengisian di SPBU.*** (Arv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *