Ketum DPP PPNI: Mestinya Gaji Perawat Itu Tiga Kali Nilai UMP

“Kami sudah bekerja sama dengan beberapa pakar dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Di Tahun 2017 silam, keluar angka gaji yang layak bagi perawat itu tiga kali UMP,” katanya.
Sementara itu, ia menyebut, tenaga perawat secara nasional berjumlah sekira satu juta orang. Dari jumlah tersebut, ada 771 ribu perawat sudah masuk sistem pendataan DPP PPNI.
“Tapi ada 63 ribu tenaga perawat saat ini yang bermasalah mengenai honor yang diterima sangat tidak layak. Makanya kami mendorong pemerintah dan DPR supaya mereka dimasukkan ke dalam data dan bisa diberikan kesempatan untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” paparnya.
Sementara itu, Ketua DPW PPNI Jabar Dr Budiman mengatakan, pihaknya telah membentuk program kerja (pokja) tim pendamping perawat honorer dan swasta (PPHS). Hal itu dilakukan kata dia, untuk mengetahui data jumlah honorer tenaga perawat di Jabar.
Budiman menyebut, data perawat di Jabar berjumlah 12 ribu. Mereka kata dia, ada yang bekerja di rumah sakit, puskesmas dan di dunia industri.
“Data itu kami integrasikan, divalidasi dengan data DPP. Dan masing-masing diadvokasi ke pemerintah setempat.
Agar data itu dalam menghadapi PPPK, minimal terdata dengan baik,” sebutnya.
Dia juga menyinggung soal rencana penghapusan tenaga honorer di 2023 tahun depan. Pihaknya kata dia, sudah menyediakan strategi program khusus agar profesi perawat tersebut tetap berjalan baik. Strategi yang dilakukan PPNI Jabar membuat program satu desa satu perawat.
“Sebenarnya satu desa satu perawat merupakan alternatif juga denga  rencana penghapusan tenaga honorer nnti. Dan salah satu upaya, kita bekerja sama dengan Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi sebagai lanjutan kerjasama DPP yang menangani teman-teman honorer guna meningkatkan kesejateraannya,” pungkasnya. (tur)