Kasus PMK di Kota Bandung Terus Bertambah, Begini Kata DKPP

ILUSTRASI: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan saat ini ada enam kelurahan yang terduga terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Bandung. (Deni/Jabar Ekspres)
ILUSTRASI: Sapi. (Deni/Jabar EILUSTRASI: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan saat ini ada enam kelurahan yang terduga terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Bandung. (Deni/Jabar Ekspres)kspres)
0 Komentar

Kendati demikian, dengan terdata PMK saat ini, Gin Gin memaparkan obat-obatan masih terbilang cukup. Vitamin, mineral, injeksi, dan pengobatan tradisional menggunakan sitrun dinilai cukup efektif menyembuhkan luka di sekitar mulut.

“Sementara ini (pasokan obat), dengan kasus yang ada masih terbilang cukup. tapi dengan masifnya perkembangan kasus. Kita lumayan kekurangan juga dan kita sudah menghitung sebetulnya berapa yang dibutuhkan. Sudah kita laporkan dan ajukan juga ke Pemprov untuk menambahan pasokan obat-obatan ke depannya,” kata dia.

Gin Gin menyatakan bahwa ia sedang menunggu bantuan vaksin, yang akan diimpor oleh Kementerian Pertanian.

Baca Juga:Tinjau Training Camp di Bandung, Iwan Bule Sebut Akan Segera Gelar Rakor dan Buat MOU dengan UPIPPDB Tahun 2022 Kota Bandung Dimulai, Berikut Jadwal, Syarat serta Cara Mendaftar

“Ini (vaksin) sebenarnya bukan hanya dinantikan oleh kota Bandung tapi juga wilayah lain, karena vaksin ini kan diimpor, karena pembuatan vaksin dalam negeri diperkirakan baru selesai pada Agustus, paling cepat,” imbuhnya.

Wilayah red zone, kata Gin Gin, akan didahulukan termasuk sapi perah sebagai sektor yang paling merugi akibat wabah PMK ini.

“Kemungkinan itu yang akan didahulukan, walaupun kita sih berharap semua wilayah bisa dapat (vaksin), terutama yang sudah ada kasus, tapi kita maish tunggu kebijakan pusat. karena sampai saat ini belum ada konfirmasi dari pusat, karena vaksin ini juga terbatas jumlahnya,” tandasnya.

0 Komentar