Setelah 5 Kali Gantian Lurah, Akhirnya Mak Esih Dapat Bantuan

“Dari Dinsos kebetulan Mak Esih itu belum masuk ke DTKS, jadi kebayang Mak Esih hidup seorang diri itu belum pernah dapat bantuan dari Pemerintah karena memang namanya belum terdaftar k DTKS. Tapi kemarin Alhamdulillah namanya sudah masuk data DTKS,” ucapnya

Sementara itu, menurut Keponakan Mak Esih, Ami mengungkapkan bahwa Mak Esih sempat bekerja disalah satu Pabrik pembuatan tepung tapioka atau aci yang ada di Kota Bandung hingga usia 83 tahun.

“Mak Esih berhenti kerja sudah 2 tahun kebelakang, asalnya kerja di pabrik aci (tepung tapioka) karena usianya sudah lanjut, itu pindahin ke Rumah sama bos nya jadi pembantu rumah tangga,” ungkapnya

“Dan biasanya berangkatnya itu dari jam 5 lebih (pagi) sampai pulang nanti jam 3 Sore,” imbuhnya

Akan tetapi, dengan melihat kondisi Mak Esih yang semakin tidak karuan, Ami mengatakan bahwa Bos nya langsung memberhentikan Mak Esih dari pekerjaannya

“Semenjak udah ngaco dan linglung, Emak (Mak Esih) di berhentiin dari pekerjaannya, tapi dapet tunjangan dari bos nya kurang lebih 10 juta dan sama THR kemarin itu jadi totalnya 11 juta tapi sempat jadi masalah karena di deposito in,” katanya

Dengan kondisi Mak Esih yang kini hanya hidup sebatang kara, Ami mengaku bahwa dirinya sering mengunjungi Mak Esih untuk sekedar memberikan bantuan rumah tangga kepada Mak Esih.

“Suka diliatin sama ponakannya kaya saya, jadi suka dikasih makan di urusin. Jadi engga dilepas begitu saja,” ungkapan

Sehingga dengan kondisi saat ini dan banyak bantuan dari masyarakat bahkan Pemerintah, Ami selaku keluarga Mak Esih sangat bersyukur dan berterimakasih.

“Ya Alhamdulillah dan sangat bersyukur sekali kepada semua warga yang udah membantu emak (Mak Esih),” tuturnya

(Mg4).

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan