Tips Atasi Cedera Saat Olahraga, Gak Boleh Dipijat!

ILUSTRASI: Cedera saat olahraga. (Pixabay)
ILUSTRASI: Cedera saat olahraga. (Pixabay)
0 Komentar

Jabarekspres.com – Saat mengalami cedera saat olahraga, jangan langsung memijat area yang sakit. Cara tersebut kurang tepat secara medis.

Kebanyakan cedera saat olahraga terjadi pada sistem otot dan rangka tubuh. Cedera tersebut dapat diakibatkan secara tidak sengaja, seperti kurang pemanasan dan latihan yang melebihi kapasitas.

Cedera juga dapat terjadi karena suhu panas. Contoh cedera olahraga adalah keseleo, terkilir, cedera lutut, cedera tendon, dislokasi, patah tulang, hingga dehidrasi dan stroke karena suhu udara yang panas.

Baca Juga:Kenali Ciri-Ciri Skincare yang Mengandung MerkuriTransformasi PLN di Tengah Pandemi Hasilkan Kinerja Keuangan 2021 Terbaik Sepanjang Sejarah

Penanganan cedera di saat olahraga dan tips menjalankan latihan fisik dengan baik, benar, terukur dan teratur.

Cedera seperti keseleo, terkilir dan memar yang seringkali menggunakan terapi hangat adalah tidak tepat, di mana seharusnya pada 72 jam pasca cedera olahraga dengan manifes pembengkakan dan radang.

Terapi dingin-lah yang harus dilakukan agar mencegah terjadinya pembengkakan dan peradangan pada area tersebut.

Ada beberapa hal yang jangan dilakukan saat cedera:

NO HARM yakni NO Heat atau jangan dikompres panas

NO Alcohol yakni jangan mengkonsumsi Alkohol

NO Run yakni jangan melakukan latihan olahraga pada bagian tubuh yang cedera, dan

NO Massage yakni jangan melakukan pemijatan pada area yang cedera.

“Jika tidak terjadi pembengkakan atau radang akut, maka terapi panas bisa menjadi pilihan masyarakat. Sehingga kita berharap masyarakat menjadi jauh lebih cerdas dan paham pentingnya penanganan cedera olahraga dengan terapi panas dan dingin,” ungkap Sonny Adi Nugroho dari Taisho.

Berikut beberapa tips mencegah terjadinya cedera:

  1. Menetapkan target yang realistis sesuai kondisi masing-masing, dan peningkatan target dilakukan secara berkala.
  2. Merencanakan dan mempersiapkan saat memulai program atau jenis olahraga baru, dan memastikan telah mempelajari teknik tepat yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan jenis olahraga tersebut.
  3. Melakukan pemanasan dan pendinginan, agar otot tidak mudah tegang dan guna meningkatkan fleksibilitas.
  4. Menggunakan waktu secara bertahap dalam meningkatkan tingkat pelatihan untuk mencegah stres pada tulang, persendian dan otot.
  5. Mendengarkan sinyal tubuh jika dirasakan stres yang berlebih, khususnya jika persendian terasa tidak normal.
  6. Bila olahraga di suhu udara tropis maka perhatikan metode pendinginan suhu tubuh saat olahraga agar terhindar dari dehidrasi hingga stroke karena suhu udara panas. (jawapos)
0 Komentar