Kasus Pembunuhan Anak dengan Rekayasa Gantung Diri Diungkap Polres Karawang

Pelaku berusaha menutupi kejahatannya dengan merekayasa kasus tersebut menjadi korban gantung diri.

”Pelaku menggantung korban di sela-sela panel bawah jembatan tol di daerah Telukjambe Timur, agar seolah-olah korban meninggal disebabkan bunuh diri,” terangnya.

Dia juga menyampaikan, saat diinterogasi, pelaku tega melakukan tindakan melawan hukum karena merasa kesal.

Pelaku merasa kesal, kemudian memukul wajah korban dengan menggunakan tangan kanan, lalu korban terjatuh.

”Kemudian pelaku membenturkan kepala korban ke lantai, lalu pelaku mengecek korban sudah tidak bernafas. Setelah itu pelaku panik dan merekayasa kejadian tersebut dengan mengambil tali dan batang ranting serta di ikat kan ke leher korban serta dikaitkan ke sela-sela panel jembatan jalan tol. Tujuannya membuat korban terlihat seperti meninggal gantung diri,” paparnya.

Pelaku ditangkap di kediamannya tanpa perlawanan, dengan barang bukti berupa pakaian, tali, dan potongan kayu kecil. Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Pelaku melanggar pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagai mana diubah dan ditambah dengan UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU. (antara/jawapos)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.