Pembangkangan Sipil Warga London atas Pemerintah Inggris karena Masih Acuh Krisis Perubahan Iklim

Jabarekspres.com – Juru kampanye iklim di London pada hari Jumat (15/4/2022) menutup empat jembatan utama di London sebagai bagian dari gelombang aksi di seluruh Inggris untuk menuntut diakhirinya bahan bakar fosil.

Pihak Extinction Rebellion (XR) Inggris mengkonfirmasi bahwa anggota kelompok memblokir jembatan Blackfriars, Lambeth, Waterloo, dan Westminster, London, Inggris, dikutip dari Common Dreams, Jumat (15/4/2022).

“Para demonstran berkerumun di London, bagian dari gelombang pembangkangan sipil global ketika orang-orang sadar akan fakta bahwa para pemimpin kita gagal mengatasi #ClimateCrisis. Mereka menjanjikan #BuildBackBetter tetapi yang mereka lakukan hanyalah menuangkan minyak ke atas bara api,” cuit akun Twitter Extinction Rebellion, dikutip dari Common Dreams.

Para aktivis lingkungan di London itu bersumpah untuk terus berdemonstrasi sampai pemerintah Inggris menyelaraskan kebijakannya dengan kebijakan para ilmuwan iklim dan menyoroti bahwa dunia mendekati suhu ekstrim yang mengancam keselamatan umat manusia.

“Selama pemerintah kita gagal untuk #Bertindak Sekarang untuk #Krisis Iklim, mengabaikan saran ahli, melisensikan lebih banyak pengeboran untuk minyak dan gas, mengunci ilmuwan, kita tidak punya pilihan selain memberontak,” tambah Extinction Rebellion.

Aksi pemberontakan sipil yang dimotori para aktivis dan pegiat lingkungan di London itu rencananya akan terus berlangsung hingga hari Minggu.

Pembangkangan sipil atas pemerintah Inggris ini menyusul setelah seorang ilmuwan bernama Emma ditangkap pihak kepolisian Inggris.

Emma ditangkap oleh kepolisisan usai ia melancarkan aksi protes dengan cara menempelkan makalah ilmiah ke jendela gedung pemerintah Inggris di London.

Anggota Extinction Rebellion kemudian pada Jumat pagi berkumpul di luar Kantor Polisi Charing Cross, tempat Emma ditahan, untuk menunjukkan dukungan bagi ilmuwan tersebut.

Suami Emma lantas mengecam aksi penangkapan atas istrinya itu. Pasalnya, tindakan protes Emma tidak menganggu ruang publik.

“Mengapa ia (Emma) tidak dibebaskan? Ini adalah protes kecil tanpa sedikit pun mengganggu publik. Perlakuannya tidak proporsional dengan protesnya (Emma),” kata suami Emma, Andrew Smith.

Sebagaimana laporan terbaru dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), suatu badan serius yang menanganani krisis iklim, pemerintah belum melakukan hal-hal yang nyata guna mengatasi krisis iklim.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan