Pelatih Persib Menilai Klub Tidak Boleh Sembarangan dalam Proses Negosiasi

Editor:

Jabarekspres.com — Usai turnamen Liga 1 2021/2022 selesai, terbitlah bursa transfer, negosiasi, dan rekrutan pemain anyar. Begitu juga dengan Persib.

Usai berhasil duduk di peringkat kedua klasemen Liga 1 2021/2022, juru strategi Maung Bandung, Robert Alberts, menyebut bahwa beberapa klub lain sempat menggoda beberapa anak-anak asuhnya untuk meninggalkan barisan Persib Bandung.

Padahal, setiap klub seharusnya tidak melakukan proses negosiasi secara sembarangan dengan para punggawa Pangeran Biru yang masih terikat kontrak.

Dengan kata lain, setiap klub peminat harus mematuhi aturan-aturan yang berlaku sebelum menjalin proses negosiasi.

Menurut Robert, sudah seharusnya bagi klub peminat terlebih dahulu mengajukan proposal pada klub pemilik pemain yang diminati guna mendapatkan persetujuan dan proses negosiasi yang sehat.

Selain itu, mesti ada nilai nominal yang disepakati oleh klub peminat dan klub pemilik dalam upaya melakukan negosiasi kontrak kepindahan pemain yang diminati.

“Itu normal di sepakbola, meskipun pemain tersebut masih dalam ikatan kontrak dan klub lain tidak bisa langsung menawarkan kontrak. Kecuali jika klub tersebut bersedia membayarkan sejumlah uang yang disepakati, baru kami memberi pemberitahuan secara resmi klub peminat boleh menjalin komunikasi dengan pemain kami,” ungkap peramu taktik Persib, Robert, dikutip secara langsung dari laman SIMAMAUNG, Rabu (06/04/2022).

Jika tidak ada kesepakatan nilai nominal tersebut, pemain bersangkutan tidak boleh melakukan komunikasi dengan klub peminat.

Kendati demikian, banyak klub di Indonesia tampaknya tidak melalui mekanisme seperti demikian ketika jendela bursa transfer dibuka.

Bahkan, untuk mengetahui dan memastikan pemain yang diminati itu akan dipakai atau tidak pada musim depan, komunikasi terkadang terjadi di antara pelatih.

“Jika tidak maka mereka (klub peminat) tidak boleh menjalin komunikasi. Beberapa tim melakukan itu, beberapa ada yang menghubungi kami dan bertanya apakah mereka bisa berkomunikasi dengan pemain bidikanya, mereka bertanya apakah sang pemain masih terikat kontrak dan masuk rencana di musim depan,” kata pelatih asal Belanda itu.

Robert sudah tidak asing lagi dengan fenomena bursa transfer seperti ini di Indonesia. Ia mengetahui bahwa proses negosiasi dan komunikasi bergerak secara diam-diam dengan cara menunggu kontrak pemain yang diminati itu habis di tim.

Dengan begitu, pada akhirnya minat pemain bersangkutan menjadi keputusan yang menentukan.

“Jika pemain sudah habis kontrak maka mereka secara bebas boleh menjalin komunikasi dengan tim lain dan keputusannya itu tergantung dari sang pemain,” papar Robert.

“Saya tahu bagaimana kondisi pasar pemain di Indonesia dan klub mana saja yang bisa membayar. Itu semua akhirnya berujung pada pemain dan bagaimana negosiasinya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.