Waspada Musim Pancaroba, Mari Kenali dan Cegah Penyakit

Jabarekspres.com – Musim pancaroba merupakan masa peralihan yang terjadi antara dua musim. Yakni musim penghujan dan musim kemarau yang biasa terjadi di bulan Maret dan April. Atau sebaliknya, dari musim kemarau ke musim penghujan di bulan Oktober hingga Desember. Indonesia sendiri adalah negara yang memiliki iklim tropis, sedangkan iklim tropis itu sendiri memiliki tiga siklus yaitu musim kemarau, pancaroba dan musim hujan.

Musim pancaroba ini di tandai dengan perubahan suhu yang ekstrim, frekuensi tinggi badai, hujan yang deras/lebat di sertai petir, guntur dan angin kencang. Di lansir dari idntimes, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo, membeberkan ciri-ciri angin kencang pada masa pancaroba umumnya bergerak dengan kecepatan maksimal hingga 45 km/jam atau lebih serta berlangsung sepekan. Angin yang kencang membuat banyak pohon tumbang sehingga mengganggu akses jalan raya dan mengancam beberapa bangunan rumah maupun dan fasilitas umum lainnya. Tak hanya itu, musim pancaroba pun di tandai dengan adanya angin puting beliung dan hujan es.

Perubahan ekstrim ini pun dapat meningkatkan resiko tubuh terserang penyakit. Perubahan udara dan temperatur sedikit banyak berpengaruh pada tubuh, karena tubuh otomatis akan berusaha keras menyesuaikan dengan temperatur sekitar. Saat itu pula imunitas (daya tahan tubuh terhadap penyebab penyakit) berkurang. Selain itu temperatur yang berubah-ubah adalah salah satu kondisi yang memacu virus dan bakteri untuk lebih cepat berkembang biak. Jadi tidak heran lebih banyak orang terserang penyakit di musim pancaroba dibanding di musim yang temperaturnya relatif stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *