Gus Umar ke Mendag: Mundur Saja Kalau Gak Sanggup

Jabarekspres.com – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi saat ini tengah menjadi sorotan publik menyusul belum tuntasnya masalah minyak goreng.

Banyak pihak yang menilai sosok Mendag tak becus dalam menangani kelangkaan minyak goreng di Tanah Air. Bahkan kini harga kebutuhan pokok itu melejit tinggi.

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan atau yang lebih akrab disapa Gus Umar ikut menyoroti kinerja Muhammad Lutfi sebagai Mendag dalam menuntaskan persoalan.

Melalui akun Twitter pribadinya @UmarHasibuann_7, mantan Staf Khusus Mendagri itu pun menyampaikan pesan khusus untuk Menteri Muhammad Lutfi.

“Mundur saja Pak (Muhammad Lutfi) kalau gak sanggup. Masih banyak orang Indonesia yan sanggup jadi Mendag,” kata Gus Umar Hasibuan dikutip Jabarekspres.com.

Dalam unggahan yang lain, Tokoh NU itu mendesak agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mencopot Muhammad Lutfi sebagai salah satu menteri di kabinet.

“Sudah dua bulan minyak goreng langka sampai ada dua ibu-ibu meninggal karena antri minyak goreng. Mendag gak punya solusi yang bikin ibu-ibu tenang,” kata Gus Umar.

“Copot Mendag Lutfi. Mendag yang gak capabel jadi menteri,” ucap Tokoh NU itu menambahkan di akhir cuitannya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meminta maaf karena tidak bisa mengontrol ketersediaan minyak goreng dalam negeri.

Lebih lanjut, dia juga mengaku salah langkah mengambil kebijakan untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng.

Meski begitu, Lutfi mengaku memiliki keterbatasan wewenang dalam Undang-undang untuk mengatasi permasalahan minyak goreng.

Terlebih, Lutfi mengendus ada mafia di balik hilangnya minyak goreng di pasaran.

“Kami Kementerian Perdagangan minta maaf karena tidak bisa mengontrol mafia,” ungkap Mendag pada rapat di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/3).

Dia menjelaskan Kementerian Perdagangan hanya memiliki dua aturan untuk hal itu, yakni Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Undang-Undang No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Namun, sayangnya dua undang-undang tersebut tidak bisa menjangkau spekulan-spekulan.

Menurut dia, ada jutaan liter minyak goreng yang digelontorkan. Namun, fakta di lapangan tidak sampai ke tangan masyarakat.

Di sisi lain, Lutfi mengaku ada pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa ini, yaitu ketika mengambil kebijakan menyubsidi harga minyak dalam negeri, sementara harga minyak internasional sangat tinggi.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan