Airlangga Hartarto Ajak Singapura Kerjasama di Bidang Energi Terbarukan

Airlangga Hartarto juga menjelaskan bahwa terdapat dua komponen dalam ekspor listrik, yaitu harga listrik dan kredit karbon.
Airlangga Hartarto juga menjelaskan bahwa terdapat dua komponen dalam ekspor listrik, yaitu harga listrik dan kredit karbon.
0 Komentar

JAKARTA –  Menteri koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan menteri perdagangan dan industri Singapura Tan See Leng untuk membicarakan kerjasama bilateral kedua negara.

Menurut Airlangga Hartarto, Singapura merupakan mitra strategis Indonesia sekaligus negara sahabat dan berbagai kerjasama bilateral.

‘’Total Foreign Direct Investment (FDI) yang berasal dari Singapura pada tahun 2021 mencapai US$9,3 miliar dan tersebar tidak kurang pada 16.760 proyek,’’ucap Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Rabu, (15/3).

Baca Juga:Aneh! Minyak Goreng Dalam Kemasan Membanjiri Pasaran Setelah Pemerintah Cabut SubsidiMau Dapat Mobil Listrik? Ayo Jadi Nasabah BritAma FSTVL

Selain itu, untuk volume perdagangan mencapai US$27 miliar. Hal ini memperlihatkan eratnya hubungan kedua negara dalam kerjasama.

Airlangga Hartarto mengatakan, dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai perkembangan Covid-19 di kedua negara.

Selain itu, upaya pengendalian dan pemulihan ekonomi. Menawarkan kerjasama dalam pembangunan sektor energi terbarukan.

‘’Untuk pariwisata juga dibahas tentang kesapakatan untuk penerapan travel bubble dan Vaccinated Travel Lane Singapura – Indonesia,’’ujarnya.

Sementara itu, mengenai perekonomian gobal, kedua pejabat menteri juga turut membahas perkembangan konflik Rusia-Ukrania.

Penerapan travel bubble antara Batam, Bintan dan Singapura juga dijelaskan Menko Airlangga Hartarto khususnya pada pertemuan Leaders’ Retreat di Bintan tanggal 25 Januari 2022.

Sementara untuk pemerintah Singapura telah meresmikan Vaccinated Travel Lanes (VTL) by Sea untuk mengakodomasi kunjungan bebas karantina.

Baca Juga:Pekerja Migran Jabar Kini Sudah Bisa memanfaatkan KUR untuk PenempatanSukabumi Diguncang Gempa, Getarannya Sampai ke Cianjur dan Bandung

‘’Ini dilakukan untuk menggunakan transportasi jalur laut menuju Batam dan Bintan,’’ujarnya.

Airlangga menyebutkan, pada 23 Februari 2022 telah dilakukan perjalanan pertama wisatawan dari Singapura menuju Nongsa Batam dengan mekanisme Travel Bubble.

‘’pada 25 Februari 2022, sudah ada wisatawan yang melanjutkan perjalanan ke Lagoi Bintan,” ungkap Menko Airlangga.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga menyampaikan Pemerintah Singapura dapat lebih mempromosikan skema travel bubble tersebut.

Sejak pelayaran perdana bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) menggunakan skema travel bubble dan VTL by Sea pada tanggal 23 Februari 2022 menuju Batam dan tanggal 25 Februari 2022 menuju Bintan, terdapat lebih dari 200 PPLN menuju Batam dan 500 PPLN menuju Bintan yang telah berkunjung atau melakukan pendaftaran.

Namun demikian, Pemerintah Singapura masih menetapkan kuota per minggu sebanyak 350 orang dari Batam dan 350 orang dari Bintan menuju Singapura.

0 Komentar