Bom klaster, roket dan peluru artileri terbuka di udara, melepaskan submunisi, atau “bom”, yang tersebar di area yang luas dan secara bersamaan mengenai beberapa sasaran.
Senjata termobarik terdiri dari wadah bahan bakar dan dua bahan peledak terpisah. Bahan peledak pertama berfungsi membubarkan partikel bahan bakar dan yang kedua menyalakan bahan bakar dan oksigen yang tersebar di udara, menciptakan gelombang ledakan tekanan dan panas yang ekstrem yang menciptakan vakum parsial di sebuah ruang tertutup.
Senjata itu sangat mematikan di ruang tertutup, Pentagon mengatakan bahwa peluncur seluler Rusia untuk senjata termobarik terlihat di Ukraina, tetapi tidak dapat mengonfirmasi penggunaannya.
4. Arsenal Ukraina
Baca Juga:Ingin Mempunyai Kulit Cantik dan Bercahaya? Simak Tips Berikut IniIni Sikap China terhadap Perang Rusia Vs Ukraina
Untuk mempertahankan negaranya, militer Ukraina mengandalkan berbagai macam peluncur roket dan howitzer buatan Soviet yang sama dengan yang dimiliki militer Rusia.
Akan tetapi, Ukraina tidak memiliki senjata presisi jarak jauh yang canggih seperti rudal balistik Iskander Rusia dan rudal jelajah Kalibr.
Militer Ukraina memiliki rudal balistik jarak pendek Tochka-U era Soviet, yang memiliki hulu ledak yang kuat, tetapi presisinya tidak sebagus milik senjata Rusia terbaru.
Selain itu, Ukraina telah menerima pengiriman besar senjata dari Barat, seperti rudal anti-tank Javelin buatan AS dan rudal anti-pesawat Stinger yang diluncurkan dari bahu.
Militer Ukraina juga telah menggunakan drone Bayraktar yang dipasok oleh Turki sebelum konflik Meletus. Ukraina telah merilis sebuah video yang menunjukkan serangan oleh Bayraktar dalam menghadapi konvoi militer Rusia.
