Airlangga Hartarto Ingin Kewirausahaan Terus Tumbuh Melalui Gemar Membaca

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk meningkatkan wawasan dengan gemar membaca.

Menurut Menko Airlangga Hartarto, gemar membaca adalah langkah awal peningkatan kualitas Sumber Daya Manusi (SDM).

‘’Membaca merupakan jendela dunia untuk memperoleh informasi dan pengetahuan sehingga dapat menambah wawasan,’’kata Menko Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Jumat, (4/1).

Menko Airlangga menyebutkan, berdasarkan hasil survei tingkat literasi atau gemar membaca di Indonesia tergolong masih rendah dan berada di peringkat 62 dari 70 negara.

Untuk itu, program-program peningkatan literasi akan terus dikuatkan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga terkait agar kemampuan literasi masyarakat terus meningkat.

‘’Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan akses terhadap sumber bacaan berkualitas,’’katanya.

Menko Airlangga Hartarto juga mendorong agar perusahaan-perusahaan koorperasi penerbit dapat mempermudah akses kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui literasi digitalisasi.

‘’Melalui sumber bacaan buku maupun sumber literasi produktivitas bangsa dapat ditingkatkan,’’ujarnya.

Sumber-sumber bacaan diharapkan memberikan nilai kreativitas dan bisa menciptakan inovasi. Sehingga dapat mendorong wirausaha di masyarakat.

Saat ini, rasio kewirausahaan di Indonesia masih rendah, yakni sebesar 3,47% dari total populasi dan didominasi oleh pelaku usaha generasi muda dengan rentang usia 25-34 tahun.

Generasi muda yang berkualitas tinggi memang mempunyai peran penting dalam kemajuan kewirausahaan dan ekonomi bangsa.

Sebagai cerminan kinerja kewirausahaan Indonesia juga dapat dilihat dari kinerja UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pelaku UMKM merupakan pendorong utama bagi perekonomian, mengingat kontribusi UMKM terhadap PDB telah mencapai 61%.

Selain itu, UMKM memiliki kemampuan penyerapan tenaga kerja mencapai 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

Total investasi di sektor UMKM telah mencapai 60% dari total investasi nasional, dan kontribusinya terhadap ekspor nonmigas juga cukup signifkan yakni mencapai 16% dari total ekspor.

Untuk mendukung perkembangan UMKM Pemerintah juga telah memberikan dukungan pembiayaan bagi wirausaha maupun UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Segmentasi KUR yang telah terbagi menjadi KUR Super Mikro, Mikro, dan Kecil dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat yang membutuhkan sumber permodalan.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan