Curah Hujan Tinggi Sebabkan Rumah Ambruk dan Longsor di Nagrak, Belasan Jiwa Mengungsi

Salah satu rumah warga yang tergerus longsor hingga matrialnya masuk kedalam rumah di Desa Nagrak Sukabumi.
Salah satu rumah warga yang tergerus longsor hingga matrialnya masuk kedalam rumah di Desa Nagrak Sukabumi. (foto: Sukabumi Ekspres)
0 Komentar

SUKABUMI – Curah hujan yang tinggi, disertai angin kencang terus terjadi beberapa hari terakhir di Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Akibatnya dua rumah warga ambruk serta satu rumah tertimbun longsor, sehingga belasan jiwa harus mengungsi karena rumahnya tak bisa ditinggali.

Setidaknya ada 14 jiwa dari 3 kepala keluarga (KK) di Kampung Nagrak Kidul RT 08/07 Desa Nagrak harus mengungsi.

Pasalnya, atap rumah yang ditempatinya tiba-tiba ambruk usai diguyur hujan deras disertai angin kencang, Selasa (1/2) malam.

Baca Juga:Kepada Majelis Hakim, Herry Wirawan Minta Keringanan dan  Kesempatan Membesarkan AnaknyaPolisi Amankan Pengibar Bendera Terlarang di Unram

Untungnya tidak ada korban jiwa dan korban luka-luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 75 juta.

“Berawal terdengar ada suara kayu patah. Tidak lama kemudian atap rumah tiba-tiba roboh,” ujar Asep Ginanjar, pemilik rumah, kemarin (2/2).

Dua rumah ambruk diketahui milik Dena Bambang Pamungkas dengan jumlah penghuni 3 jiwa, rumah Diki dihuni 7 jiwa, dan rumah Asep Ginanjar yang dihuni 4 jiwa.

Sementara P2BK Cisaat sudah berkoordinasi dengan pihak Desa, Kecamatan, Koramil hingga PMI guna melakukan asessmen ke lokasi kejadian dan pendataan. Petugas juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap segala bentuk bencana.

Masih di Kecamatan Nagrak, terjadi tanah longsor yang mengakibatkan satu unit rumah milik warga di Kampung Cireundeu RT 02/06, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, mengalami kerusakan pada bagian dapur. Kejadiannya Selasa (1/2) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Hujan deras yang terjadi menyebabkan tanah longsor dengan panjang 5 meter dan tinggi 4 meter sehingga mengakibatkan sebagian dinding rumah Ade jebol di bagian dapur dan perabotan rusak,” ujar P2BK Nagrak, Miky.

Sementara itu, rumah Ade tidak bisa digunakan karena terdapat material tanah. Petugas bersama relawan warga berupaya mengevakuasi dengan membersihkan rumah tersebut.

Baca Juga:Dewan Adat Dayak Laporkan Nicho Silalahi Karena Dianggap Menghina KalimantanCovid-19 Meroket 40 Kali Lipat Dalam Sebulan

“Kerugian akibat peristiwa ini masih dalam perhitungan petugas. Kejadian ini sudah dilaporkan. Material tanah longsor sudah dibersihkan bersama warga secara gotong royong,” jelasnya. (rdr/rit)

0 Komentar