oleh

Bupati Langkat Punya Penjara Manusia, LSM: Apa Karena Dia Bupati?

BANDUNG – Penangkapan Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya mengungkap skandal korupsi saja, melainkan ada kasus perihal kemanusiaan yang pelik menyelimuti sang bupati: penjara manusia.

Tahun sudah sampai angka 2022, tetapi nyatanya masih ada saja yang rela-rela menciptakan penjara secara mandiri untuk mengurung manusia dan menyuruhnya bekerja tanpa bayaran. Ya, perbudakan modern. Miris.

Penjara manusia tersebut berada tepat di halaman rumah Bupati nonaktif Langkat.

Dikabarkan bahwa kerangkeng manusia yang berbentuk penjara ini merupakan tempat rehabilitasi bagi para penyintas narkoba.

Hal tersebut berdasarkan informasi yang diperoleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Migrant Care dari pihak kepolisian.

Dipenjara, dipekerjakan, tanpa digaji

Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah mengatakan, dugaan tempat rehabilitasi tersebut diharapkan tidak menyurutkan soal kasus kemanusiaan terkait adanya perbudakan manusia yang dilakukan Bupati Langkat.

Karena apapun yang menjadi penyebabnya, hal tersebut tak bisa dijadikan alasan untuk mempekerjakan orang secara sewenang-wenang. Apalagi Bupati nonaktif Langkat ini sampai rela-rela membuat penjara manusia.

“Ada informasi dari polisi begitu (tempat rehabilitasi). Tapi mestinya tidak jadi alasan untuk mempekerjakan orang tanpa gaji dan dianiaya atas nama rehabilitasi,” kata Anis kepada JawaPos.com, Selasa (25/1).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.