JAKARTA – Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) mengatakan sektor pariwisata diperkirakan baru normal seperti situasi sebelum Covid-19 pada awal 2024. Menurutnya meskipun Omicron gejalanya ringan, hal tersebut akan mengganggu pemulihan sektor wisata.
”Varian Omicron yang sangat menular, meskipun gejalanya ringan, akan mengganggu pemulihan pada awal 2022,” bunyi pernyataan UNWTO, seperti dikutip NDTV, Kamis (20/1).
Lembaga yang berbasis di Madrid, Spanyol, tersebut mengungkapkan bahwa kedatangan turis internasional pada 2021 naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari 400 juta naik menjadi 415 juta. Namun, jika dibandingkan momen sebelum pandemi, terjadi penurunan hingga 73 persen. Akhir 2019 ditutup dengan dimulainya pandemi virus korona yang mengakibatkan hampir semua negara melakukan kuntara.
Optimisme bahwa tahun ini bakal membaik memang sudah muncul. Tapi, UNWTO menegaskan bahwa sektor wisata tahun ini mungkin hanya mencapai 50‒63 persen dari level sebelum pandemi.
Vaksin yang lambat adalah beberapa alasan yang membuat pemulihan sektor wisata lambat. Saat ini masih terjadi ketidaksetaraan ketersediaan dan pemberian vaksin Covid-19. Di negara-negara maju dan berkembang, vaksin bisa diakses dengan mudah. Tapi, itu tidak terjadi di negara-negara miskin. Angka vaksinasinya masih rendah. Misalnya saja pada negara-negara di Benua Afrika.
Omicron juga membuat beberapa pembatasan kembali berlaku. Tiongkok, Filipina, Maroko, dan beberapa negara lainnya masih memberlakukan aturan ketat.
Beberapa maskapai juga terpaksa membatalkan penerbangan karena awak kabin tertular dan harus dikarantina. Faktor-faktor tersebut membuat kepercayaan konsumen untuk melakukan wisata antarnegara menurun. (jawapos/ran)