Dinamika Politik Indonesia: Dari Nasi Goreng ke Sayur Lodeh

Ade Priangani: Dinamika Politik, Menurut Dwiyanto (2002) dapat diartikan sebagai gambaran seberapa jauh proses politik mampu mencerminkan nilaidemokrasi
Ade Priangani: Dinamika Politik, Menurut Dwiyanto (2002) dapat diartikan sebagai gambaran seberapa jauh proses politik mampu mencerminkan nilaidemokrasi
0 Komentar

Pertemuan itu mungkin dirancang oleh keduabelah pihak, untuk mengusung pasangan Prabowo-Puan Maharani dalam Pilpres 2024.

Hal ini cukup beralasan. Sebab sudah ada elemen masyarakat yang sudah mulai mendeklarasikan Poros Prabowo-Puan 2024.

Demikian, dinamika politik di Indonesia tidak jauh dari makanan, atau pemenuhan perut. Sebab mendamaikan Indonesia yang terbelah paska Pilpres 2019.

Baca Juga:Polres Sumedang Bagikan Sembako Kepada Warga Terdampak LongsorKorupsi Pengadaan Satelit, Kejagung Diminta Tak Pandang Bulu

Kiranya cukup efektif disatukan dengan “diplomasi nasi goreng” dan menatap Indonesia kedepan menjelang Pilpres 2024, dirancang melalui “diplomasi sayur lodeh”.

Jadi sebenarnya simpel dinamika politik di Indonesia, tidak mesti dengan teori canggih dari barat, cukup dengan membahas soal kuliner, soal makanan atau “eusi beuteung”.

Jangan-jangan yang dibincangkan di mimbar-mimbar politik tidak jauh dengan memperebutkan makanan. Semoga tidak seperti itu.

*) Penulis adalah Dosen Prodi Hubungan Internasional Fisip Unpas

0 Komentar