VARIAN Omicron diketahui lebih mengkhawatirkan ketimbang varian Delta. Alasannya?
Dua varian Covid-19 tersebut memang sama-sama mematikan, tetapi perihal “secepat” apa soal menular, Omicron diketahui lebih mudah menular.
Dilaporkan bahwa karena karakternya yang cepat menular itu maka diduga gelombang Covid-19 varian Omicron bakal lebih tinggi ketimbang varian Delta.
Akhir Januari meninggi
Meski varian Omicron memiliki gejala ringan dan tidak bergejala, tetapi tetap saja mengkhawatirkan.
Baca Juga:Geser Brazil, Indonesia Peringkat 4 Soal Capaian Vaksinasi, Ini Kata MenkesSatu Tahun Penjara, Vonis Kasus Narkoba Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie
Karenanya pasien konfirmasi Omicron tidak membutuhkan perawatan yang serius di RS.
Pasien hanya perlu menjalani isolasi mandiri di rumah dengan diberikan suplemen vitamin maupun obat terapi tambahan yang telah diizinkan penggunaannya oleh pemerintah.
Kendati demikian, dilansir dari Jawa Pos, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi soal gelombang corona, varian Omicron bakal meninggi kasusnya pada akhir Januari mendatang.
“Kenaikan transmisi omicron akan jauh lebih tinggi daripada Delta, tetapi yang dirawat lebih sedikit,” tegas Menkes Budi dalam keterangan resmi, Selasa (11/1).
Sehingga, menurutnya, strategi layanan dari Kemenkes dari yang sebelumnya ke RS sekarang fokusnya ke rumah. Karena akan banyak yang terinfeksi namun tidak perlu ke RS.
Untuk itu Kemenkes bekerjasama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah untuk mempercepat proses kesembuhan.
Platform tersebut yaitu Alodokter, Getwell, Good Doctor, Grabhealth, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok, Aido Health, Homecare24, Lekasehat, mDoc, Trustmedis, dan Vascular.
Baca Juga:Pakai APBD Provinsi, Mall Pelayanan Publik KBB Bakal TerealisasiLakukan Pelecehan Seksual, Henricus Dicoret dari Film ‘Penyalin Cahaya’
Ia merinci dari total 414 kasus terkonfirmasi Omicron, 99 persen gejalanya ringan dan tanpa gejala.
Sedangkan yang masuk kategori sedang atau butuh perawatan oksigen hanya dua orang, yakni lelaki berusia 58 tahun dan 47 tahun.
Keduanya dilaporkan memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan kini telah dinyatakan sembuh.
“Dari 414 orang yang dirawat, 114 orang (26 persen) sudah sembuh termasuk yang 2 orang tadi yang masuk kategori sedang dan butuh perawatan oksigen,” katanya.
Ia meminta masyarakat jangan panik. Ia meyakini gelombang kenaikan kasus akibat Omicron bisa cepat dikendalikan.
