GARUT – Seorang dukun di kabupaten Garut yang mengaku bisa gandakan uang dibekuk jajaran reskim Polres Garut. Bahkan, dalam prosesnya dua orang warga tewas setelah menjalani ritual di Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.
Kepala Polres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, pelaku berinisial YS atau dikenal dengan Abah U. Pelaku ini mengklaim dirinya bisa gandakan uang.
‘’Tersangka YS ini warga Kota Banjar, melakukan aksi ritual gandakan uang untuk menipu korbannya di kawasan Santolo, Kecamatan Cikelet,’’kata Wirdhanto kepada wartawan Jumat, (24/12).
Baca Juga:Bupati Garut Minta Proyek Sarana Olahraga Akuatik Senilai Rp 55 Milyar Diawasi!Boleh Tidak Muslim Mengucapkan Selamat Natal? Simak Pendapat Para Ulama
Melihat adanya korban tewas, Polres Garut langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di daerah Wonosobo Jawa Tengah.
Polisi juga menemukan, sisa makanan daging kambing dan racun tikus yang diduga digunakan untuk ritual gandakan uang.
‘’Daging kambing yang tersisa sudah kami lakukan pengecekan di laboratorium,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan tersangka, awalnya ketiga korban menanyakan uang yang sedang digandakan pelaku.
Namun, Dukun itu, tidak bisa menunjukkan kemampuannya, kemudian oleh korban dituduh bohong dan pelaku menyangkalnya dan mengajak korban melakukan ritual di pantai Santolo.
Padahal, pelaku kemungkinan sudah merencanakan untuk menghabisi ketiga korban tersebut dengan cara ritual makan daging kambing sebanyak 1,5 kilogram.
‘’Makan daging kambing ini katanya sebagai syarat agar uang bisa digandakan sesuai dengan yang dijanjikan,’’kata Wirdhanto.
Baca Juga:Polres Sumedang Siapkan Pos Pam dengan Pelayanan Vaksin Saat NataruBaznas Jabar Bagikan Ratusan Paket Makanan dan Sembako untuk warga Terdampak Covid-19
Akan tetapi diluar dugaan, daging itu sudah diberi racun tikus hingga menyebabkan kedua korban meninggal dunia dan satu orang lagi kritis.
“Racun tikus jenis Temix, sesudah makan daging kambing ketiganya langsung bereaksi dan akhirnya mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu dalam kondidi kritis,” ungkapnya. (ant/red)
