CIMAHI – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cimahi akan mengembangkan sekaligus memberikan fasilitas pada setiap usaha yang ada di wilayah sekitar. Seperti penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kadin Indonesia Komite Turki, pada Jumat (26/11) lalu.
Diketahui, Kota Cimahi sebenarnya menyimpan banyak potensi yang bisa dikembangkan. Salah satunya kebiasaan masyarakat Kampung Cireundeu yang dikenal salama ini selalu menkonsumsi makanan berbahan serba singkong.
Ketua Kadin Kota Cimahi, Yupi Sopiansyah membeberkan, saat ini ia ingin memperkenalkan produk-produk makanan turutama makanan khas, seperti makanan adat khas Cireundeu.
Baca Juga:Manfaat KUR, Pacu UMKM di Masa PandemiTips Latih Anak Bermain di Playground Sesuai Aturan
“Kampung adat Cireundeu selama ini masih memegang teguh budaya leluhur mereka, yaitu tidak memakan nasi. Makanan Kesehariannya diganti dengan rasi (beras singkong),” ujar Yupi, saat ditemui di tempat tinggalnya, Minggu (28/11).
Menurut Yupi, hal ini sangat berpotensi untuk dikembangkan, lantaran berbasis budaya. Jika dahulu hanya rasi saja, kini ada produk lain seperti egg roll yang bahannya dari singkong.
“Kami berharap melalui jalinan kerjasama antara Kadin Indonesia Kota Cimahi dengan Komite Turki, UMKM Kota Cimahi semakin dikenal dikancah dunia,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Yupi, dengan melakukan kerjasama ini sekaligus dapat mendongkrak perekonomian Indonesia yang sudah hampir 2 tahun ini terpuruk akibat pandemi Covid-19.
“Semoga perekonomian di Jawa Barat dan Kota Cimahi khususnya umum di Indonesia bisa kembali pulih,” pungkasnya. (mg3)
