Sampah di Sumedang Kerap Menggunung Akibat Armada yang Terbatas

Lingkungan Pasar Parakanmuncang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang kerap timbulkan sampah yang menggunung hingga keluarkan aroma tak sedap. (Istimewa)
Lingkungan Pasar Parakanmuncang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang kerap timbulkan sampah yang menggunung hingga keluarkan aroma tak sedap. (Istimewa)
0 Komentar

SUMEDANG – Persoalan sampah di wilayah Kabupaten Sumedang seakan tak pernah usai jadi pembicaraan.

Pasalnya polemik penumpukan sampah di Sumedang seperti wilayah Pasar Parakanmuncang, Kecamatan Cimanggung yang kerap menggunung dan timbulkan aroma tak sedap sampai sekarang masih jadi keluhan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Sekdis LHK) Kabupaten Sumedang, Hermawan menyampaikan, polemik penumpukan sampah yang kerap terjadi di wilayah Sumedang disebabkan karena kurangnya armada pengangkut sampah.

Baca Juga:Puluhan Pedagang Pasar Andir Bandung Nunggak Iuran Listrik, Ketua APPSI Berikan Komentarbank bjb Raih Predikat Platinum Rank Asia Sustainability Reporting Rating 2021

“Armada di kita masih terbilang kurang, karena total keseluruhan mobil pengangkut sampah di Sumedang ada sebanyak 12 armada,” kata Hermawan melalui panggilan telepon, Rabu (17/11).

Hermawan berujar, permasalahan kurangnya armada menjadi faktor lambatnya pengangkutan sampah, sehingga penumpukan sulit dihindari.

Menurutnya, penumpukan sampah yang kerap terjadi selain dari pabrik juga dihasilkan oleh limbah rumah tangga, yang jika ditotalkan sekiranya bisa mencapai 420 ton dalam kurun waktu satu hari.

“Sampah warga masyarakat itu rata-rata satu jiwa itu 0,3 kilo (tiga ons) per hari. Kalau penduduk Sumedang 1,2 jiwa totalnya sekitar 420 ton seharinya,” ungkapnya.

Hermawan menuturkan, karena debit sampah yang sangat banyak tersebut, sehingga untuk penyisirannya tak dapat memenuhi kebutuhan, sebab terbatasnya armada pengangkut sampah.

“Karena angkutan sampahnya hanya ada 12 trek, jadi terbatas. Misal satu hari hanya bisa angkat satu trek tapi debit sampah itu bertambahnya dua trek, jadi tetep menumpuk paling hanya sesaat kosongnya,” ucapnya.

Hermawan menerangkan, untuk armada pengangkut sampah di kabupaten atau kota terutama Sumedang, idealnya setiap kecamatan memiliki satu mobil trek.

Baca Juga:Tunggak Pembayaran, Aliran Listrik Sejumlah Kios Pasar Andir DiputusDisdik Jabar Akan Berikan Sanksi pada Sekolah yang Memaksa Lakukan Studi Tour

“Sekarang itu yang memperngaruhi (kurang maksimalnya penyisiran sampah) juga karena jauh dari Cimanggung ke (TPAS) Cibereum,” imbuhnya.

Karena jarak tempuh ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) yang jauh, maka dijelaskan Hermawan, selama ini sangat berpengaruh sebab intensitas waktunya pun menjadi kendala. (mg5)

0 Komentar