“Pada akhirnya, jika kita melihat gambaran dan alur besarnya, bisa saja kehadiran pasukan siber tetap memberi dampak positif untuk demokrasi ke depannya. Kita belum tahu akhir dan ujung dari semua ini ‘kan, kita masih dalam proses,” ujarnya.
Ia melihat sisi positif pasukan siber bisa sebagai pemantik dan agitator diskusi dan perdebatan karena merupakan pendewasaan.
Menurut dia, pada akhirnya masyarakat akan sampai pada titik jenuh. Mereka tidak mau terlalu ribut-ribut di dunia maya sehingga akhirnya terbentuk sikap bijak dan saling menghargai.
Baca Juga:Kapolda Metro Jaya Kecam Oknum Polisi Viral yang Minta Satu Karung Bawang: Blender!Tarif Parkir Baru di Kota Cirebon Pakai Zona dan Non Zona, Simak Rinciannya
“Kritis namun tetap konstruktif. Itu demokrasi sejati yang kita idamkan,” katanya. (antara-red)
