Sementara itu, Asisten Perhutani (Asper) Kawasan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara, Susanto menjelaskan sampai saat ini tidak ada pembukaan lahan baik di hulu maupun di hilir yang disebut bisa menyebabkan banjir bandang dan bencana lainnya termasuk yang beberapa waktu belakang kerap menerjang Lembang.
“Untuk antisipasi ke depan, kami sudah membuat suatu kesepakatan bahwa untuk aktivitas (di hulu) kita hentikan dulu sementara waktu terutama yang baru. Jadi untuk yang lama harus diselesaikan dulu aktivitasnya. Kalau sudah selesai baru kita evaluasi bersama dengan desa dan stakeholder yang lain,” kata Susanto. (mg6)
