oleh

Mantan Moderator Facebook Ungkap Semua Kengerian Saat Memeriksa Konten Sensitif

Pria bertopeng dengan identitas yang disembunyikan adalah seorang mantan karyawan Facebook yang pernah ditempatkan di bagian moderasi konten, mengungkapkan pengalaman mengerikannya saat masih bekerja di perusahaan layanan jejaring sosial terbesar di dunia itu.

Tugasnya memeriksa, memilih, dan menghapus konten menyimpang di Facebook bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Dia ditugaskan duduk di hadapan komputer selama delapan jam per hari untuk memantau semua hal buruk yang diunggah secara online. Dari mulai ujaran kebencian, kekerasan pada hewan, hingga konten-konten pembunuhan yang sangat mengerikan.

Baca Juga:  Cara Kerja Facebook Tidak Akan Sehat Selama Mark Zuckerberg Memimpin Perusahaan

“Kamu menekan beberapa tombol, hilang sekejap dan kemudian muncul lagi, dan lagi. Kamu melihat mayat dan pembunuhan, atau ada seseorang sedang berpesta setelah membunuh orang. (melihat) Anjing dipanggang hidup-hidup, dan kamu sedang menonton gambar-gambar itu,” terangnya saat diwawancarai di video kanal Youtube VICE beberapa waktu yang lalu.

Semua hal yang ia lihat berkaitan dengan pekerjaannya sebagai moderator Facebook tentu berdampak pada kesehatan mentalnya. Dirinya bahkan sampai mengalami PTSD (post-traumatic stress disorder) yang disebabkan karena semua konten menganggu di internet yang telah ia lihat selama bekerja.

Baca Juga:  Cara Kerja Facebook Tidak Akan Sehat Selama Mark Zuckerberg Memimpin Perusahaan

“Butuh waktu lama untuk saya memahami seberapa banyak hal ini berdampak pada diri saya. Saya bahkan tidak percaya PTSD sebelumnya. Saya pikir itu hanya (seperti) orang yang merasa tidak berdaya, dan ini sangat sulit untuk saya untuk merasakan reaksi emosi yang berat. Ini sangat sulit untuk saya merasakan reaksi emosi yang berat, ketika saya membicarakan hal ini,” jelas sang narasumber bertopeng itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga