oleh

Terdampak Inflasi AS, Kurs Rupiah Menguat Tajam

JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (14/10) sore ditutup menguat tajam pasca rilis data inflasi Amerika Serikat.

Rupiah ditutup menguat 100 poin atau 0,7 persen ke posisi Rp14.118 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.218 per dolar AS.

“Penguatan rupiah ini efek dari pelemahan tajam dolar AS sejak kemarin malam setelah rilis data CPI AS,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Kamis (14/10).

Baca Juga:  Pandemi Covid-19 Semakin Terkendali, Rupiah Ditutup Menguat

Data inflasi AS periode September 2021 mencapai 0,4 persen (mom) atau 5,4 persen (yoy), sedikit naik dibandingkan bulan sebelumnya 0,3 persen (mom) atau 5,4 persen (yoy).

“Dari data CPI AS terlihat menunjukan inflasi bulanan ada peningkatan, namun pelaku pasar terlihat mewaspadai bahwa dengan naiknya inflasi ini maka ada kemungkinan terjadi pelemahan daya beli konsumen dalam beberapa waktu ke depan sehingga membuat USD melemah cukup tajam,” ujar Nikolas.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19 Semakin Terkendali, Rupiah Ditutup Menguat

Dari domestik, jumlah kasus harian COVID-19 pada Rabu (13/10) kemarin mencapai 1.233 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,23 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 48 kasus sehingga totalnya mencapai 142.811 kasus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga