“Semua calon mungkin mengalami kerugian yang sama, terutama kerugian waktu. Selain itu, masyarakat juga banyak yang bertanya, kapan pelaksanaan Pilkades-nya. Mungkin Bapak Bupati Bandung lebih paham dengan kondisi pencalonan Pilkades, karena sebelumnya pak Bupati merupakan mantan kepala desa,” kata Arul.
Arul pun menyatakan, dengan adanya penundaan Pilkades dan kembali dijadwal ulang pelaksanaan Pilkades tersebut menjadi hikmah terbaik bagi masyarakat, terutama calon kepala desa. Karena, penundaan Pilkades itu merupakan dampak pandemi Covid-19.
Saat ditanyakan terkait persiapan yang dilakukan, Arul pun mengaku sudah mempersiapkan diri secara matang. Saat ini pelaksanaan Pilkades hanya beberapa langkah lagi, yakni jadwal kampanye, hari tenang, pelaksanaan pencoblosan suara, dan penghitungan suara.
Baca Juga:Guys! ‘Self Diagnosis’ Kesehatan Jiwa Itu Bahaya, Marshanda Bilang GiniPapua Perbanyak Nomor Andalan Biliar, Jabar Tak Risau
Bahkan, kata Arul, agar Pilkades berjalan dengan aman, dirinya pun terus melakukan sosialisasi terkait vaksinasi dan terkait bahayanya Covid-19. Bahkan, lanjut Arul, selain sosialisasi terkait vaksin, dirinya pun melakukan berbagai upaya seperti penyemprotan dan membagikan hand sanitizer serta membagikan masker kepada masyarakat.
“Pencapaian vaksinasi di Kecamatan Baleendah sudah 80 persen, karena masyarakat yang melaksanakan vaksinasi tersebar di mana-mana, mulai pelaksanaan vaksinasi di Polsek, pabrik, sekolah, rumah sakit dan sentra-sentra vaksin yang telah disiapkan Pemkab Bandung. Semoga Pilkades serentak ini akan berjalan dengan aman dan nyaman untuk masyarakat” tandasnya. (yul)
