Sentral Rajut Binong Jati Mampu Gebrakan Pasar Internasional

Beberapa Produk Rajut yang ada di Sentral Rajut Binong Jati.
Beberapa Produk Rajut yang ada di Sentral Rajut Binong Jati.
0 Komentar

Akan tetapi, sebelum tahun 2015, bisnis rajut di Binong Jati sempat mengalami pasang surut. Namun sejak dirinya terjun langsung ke bisnis tersebut, rajut Binong jadi mulai mengalami peningkatan, terlebih dia membuat model-model baru sesuai yang diinginkan pasar seperti baju Korea.

“Binong Jati naik turun, usaha rajut dulu sempat turun banget. Saya mulai tahun 2015, saya mulai buat model baru motif baru kekinian. Pas saya lagi naik karena kiblat saya ke Korea-Korean saya buat model itu yang lain ikut,” katanya.

Dia menuturkan, sebelum pandemi Covid-19 terjadi, tiap bulannya Dewi mampu memproduksi produk rajut berjenis pashmina sebanyak 1.000 pcs. Barang tersebut dikirim langsung ke negara tetangga seperti Malaysia

Baca Juga:Puluhan Anak Jalanan di Cimahi Dapat PembinaanDisnaker Depok Adakan Pelatihan Khusus di Bidang Kuliner

“Sebelum pandemi itu, Malaysia mereka bikin pashmina ke kita itu continue tiap bulan 1.000 pcs,” ungkapnya.

Namun untuk pengiriman produk tersebut, Dewi mengaku bahwa masih memakai pihak ketiga lantaran belum ada syarat untuk mengirimkan produk ekspor.

“Saya belum ada syarat ekspor, jadi pakai pihak ketiga, tetapi Alhamdulillah sekarang difasilitasi oleh Disdagin (Dinas Perdagangan dan Industri),” imbuhnya.

Total pengrajin rajut yang kini berada di Binong Jati, kurang lebih sebanyak 400 orang. Mereka memproduksi produk rajut tersebut berskala home industri, mulai dari Harga Rp 40 ribu, hingga Rp 500 ribu.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Bandung, Dewi Kania Sari mengatakan bahwa pihaknya telah meresmikan tiga kampung wisata, seperti di Kelurahan Braga, Kelurahan Cigadung dan Kelurahan Binong. Selanjutnya, pihaknya berencana meresmikan kampung literasi di Kecamatan Cinambo.

“Masyarakat terlibat, tidak top down tapi masyarakat terlibat,” pungkasnya. (mg4)

0 Komentar