JAKARTA – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara beriringan dinilai akan menciptakan disparitas atau kesenjangan prestasi antar pelajar. Pasalnya, perhatian lebih ditujukan kepada siswa yang mengikuti PTM terbatas.
“Apakah kualitasnya nanti sama dengan yang PJJ daring dengan kendala-kendalanya? Ini bisa jadi ada disparitas prestasi belajar nantinya,” ujar Ketua Forum Aksi Guru Indonesia Iwan Hermawan dalam siaran YouTube Vox Populi Indonesia dikutip, Senin (4/10).
Apalagi, saat ini pemerintah terus mengedepankan dan mengutamakan PTM terbatas. Namun menurutnya PTM terbatas ini bukanlah solusi efektif di tengah pandemi.
Baca Juga:Dipecat KPK, Kini Novel Baswedan Berikan Tips Jerat Pelaku KorupsiAirlangga Minta, Masyarakat Maluku Harus Divaksin, Agar Punya Kekebalan Tubuh
“Sekarang kan sekali pertemuan hanya satu dua jam pembelajaran satu hari. Efektif dari mananya kalau kita bandingkan PJJ,” tutur dia.
Adapun, sekarang PJJ pun seakan-akan disampingkan karena sudah diterapkan PTM terbatas. Naasnya, kini PJJ tanpa ada evaluasi dan perbaikan yang serius dari pemerintah.
“Kalau kita mau PTM ya kita sudah tahulah. Nah PJJ nya? tetap digelar tapi evaluasinya, gimana memecahkan banyaknya kegagalan PJJ ini,” ujarnya.
Meskipun begitu, PTM terbatas akan tetap dilakukan, namun diminta perhatian terhadap perbaikan PJJ harus diteruskan. “Ya karena semua masih jalan kan dua-duanya, yang tidak mendapat izin PTM terbatas dari orang tua kan dia tetap harus PJJ, ini yang harus diperhatikan,” tutup dia. (jawapos)
