Waspada Konten Propaganda LGBT, Mewajarkan Perilaku Menyimpang

Aliansi Muslimah Jawa Barat (AMJ) melakukan aksi unjukrasa menolak keberadaan LGBT di Jawa Barat. Aksi dilakukan di depan Halaman Gedung Sate Bandung,
Aliansi Muslimah Jawa Barat (AMJ) melakukan aksi unjukrasa menolak keberadaan LGBT di Jawa Barat. Aksi dilakukan di depan Halaman Gedung Sate Bandung,
0 Komentar

JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI Nur Azizah Tamhid menyebut propaganda LGBT saat ini semakin meresahkan di masyarakat dunia digital. Kementerian PPPA, harus optimalkan fungsi koordinasi secara serius.

KemenPPPA juga perlu secara serius menyoroti fenomena LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) yang banyak muncul di platform digital. Sebagai suatu bentuk penyimpangan yang memengaruhi proses tumbuh kembang anak-anak bangsa.

Menurut Nur Azizah, beberapa konten yang bernafaskan LGBT ini semakin sering muncul dan menjadi konsumsi para pengguna media sosial dan digital Indonesia seperti Tiktok yang di dominasi oleh generasi Y dan Z yakni remaja dengan rentang usia 14 hingga 24 tahun.

Baca Juga:Polemik TWK, Jokowi Dituding jadi Salah Satu Dalang Pelemahan KPKIstri Bos Kapal Api Laporkan 4 Direksi Kahayan Karyacon dengan Tuduhan Penggelapan

“Banyaknya konten LGBT yang muncul seolah mewajarkan perilaku menyimpang tersebut. Tidak hanya remaja, saat ini propaganda LGBT juga banyak menyasar kelompok anak-anak. Perlu ada tindakan tegas untuk memberantas penyebaran propaganda LGBT di Indonesia hingga ke akarnya,” kata Nur Azizah.

Nur Azizah menjelaskan, perlu juga ada ketegasan dari pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Jika beberapa konten yang berbau pornografi dapat di banned oleh Kemenkominfo, maka konten-konten halus yang muncul terkait LGBT juga harus dapat dibersihkan.

“Melalui upaya koordinatif KemenPPPA dan Kemenkominfo agar moralitas anak-anak bangsa dapat segera diselamatkan,” imbuhnya.

Di 2018 Menkominfo Rudiantara telah melayangkan surat permintaan kepada Google untuk mencapbut 73 Aplikasi yang berkaitan denagn LGBT. Menurutnya, hal tersebut semestinya terus dilakukan hingga saat ini oleh Menkominfo.

“Faktanya, saat ini konten LGBT justru semakin mudah di akses berbagai kalangan. Hal ini tentu menjadi catatan khusus bagi Menkominfo saat ini,” tegasnya.

Nur Azizah menjelaskan, belakangan ini marak muncul di kanal Youtube Kids (youtube untuk anak-anak) yang berisi muatan pelajaran tentang homoseksual.

Baca Juga:Ada Lima Daerah di Jabar yang Mengalami Kemiskinan EkstremBegini Modus Empat Tersangka Penggelapan Proyek Alun-alun Indramayu

“Ini menjadi peringatan bagi orangtua untuk tidak melalaikan anak-anak begitu saja untuk menonton. Dalam menghadapi keterbukaan arus informasi digital, lingkungan masyarakat kita harus saling membantu, saling memberi informasi, sehingga dengan cepat kita dapat melakukan tindakan preventif,” pungkasnya. (fin.co.id)

0 Komentar