Pemerintah Tetapkan Cuti dan Libur 2022 dengan Pertimbangkan Covid-19

Tangkapan layar Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) saat menyaksikan penandatangan Surat Keputusan Bersama (SKB) penetapan libur nasional dan cuti bersama 2022 oleh Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menaker Ida Fauziyah serta Menteri Agama Yaqut Cholil Qouma, Rabu (22/9/2021). (ANTARA/Andi Firdaus).
Tangkapan layar Menko PMK Muhadjir Effendy (kiri) saat menyaksikan penandatangan Surat Keputusan Bersama (SKB) penetapan libur nasional dan cuti bersama 2022 oleh Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menaker Ida Fauziyah serta Menteri Agama Yaqut Cholil Qouma, Rabu (22/9/2021). (ANTARA/Andi Firdaus).
0 Komentar

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan penetapan hari libur nasional dan cuti bersama 2022 akan mempertimbangkan perkembangan COVID-19.

“Untuk cuti bersama tahun 2022 akan ditetapkan kemudian dengan mempertimbangkan perkembangan COVID-19,” kata Muhadjir Effendy dalam agenda konferensi pers secara virtual yang diikuti melalui aplikasi Zoom di Jakarta, Rabu siang.

Pun dengan penetapan libur nasional dan cuti bersama tetap memperhatikan perkembangan pandemi COVID-19 di Indonesia, kata Muhadjir menambahkan.

Baca Juga:Pemkot Depok Terus Dorong Penyandang Disabilitas Jadi Pengusaha MandiriGunung Sindanggeulis di Purwakarta Terbelah, Ternyata Ini Penyebabnya

Menurut Muhadjir,  pertimbangan penetapan libur nasional dan cuti bersama tetap memperhatikan sisi pariwisata dan ekonomi, maupun aspek lainnya.

“Penetapan libur nasional dan cuti bersama juga berdasarkan hasil evaluasi selama dua tahun terakhir semenjak pandemi COVID-19,” katanya.

Untuk aturan pelaksanaan di sektor swasta, kata Muhadjir, akan diatur oleh Kementerian Tenaga Kerja. Sedangkan penetapan untuk aparatur sipil negara (ASN) akan ditetapkan oleh Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Ketetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB). Ditandatangani oleh Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menaker Ida Fauziyah serta Menteri Agama Yaqut Cholil Qouma, Rabu siang. (antaranews)

0 Komentar