Penyaluran Bansos Akan Gunakan Sistem Biometrik

Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (20/9/2021). (ANTARA/HO-Kemensos)
Menteri Sosial Tri Rismaharini (ANTARA/HO-Kemensos)
0 Komentar

JAKARTA – Kementerian Sosial merencanakan sistem biometrik untuk penyaluran bantuan sosial nirkartu, terutama untuk penyaluran bansos BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai).

Insya Allah kita buat penyaluran tanpa kartu, data kami sudah padan dengan data kependudukan, tinggal di-compare,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam Rapat Kerja Komite III DPD di Jakarta, Selasa (21/9).

Risma mengatakan menurut survei, selain beras, uang bansos tersebut sering kali diberikan rokok dan minuman keras. Atau jika penerima manfaat sedang sakit, dia tidak bisa membeli kebutuhan pangan di e-Warong, dan menyuruh anaknya.

Baca Juga:Camat Abra Ajak Warga Cimanggis Siasati BencanaAlami Gangguan Teknis, SKD di Sejumlah Lokasi Akan Dijadwalkan Ulang

Oleh karenanya dengan sistem biometrin ini diharapkan dapat mengendalikan pembelian uang bansos di e-Warong mana saja, dan penyaluran bansos menjadi tepat sasaran.

“Dengan pengendalian itu gak akan cair uangnya kalau beli rokok, bisa dengan biometrik saja,” ujar dia.

Sistem tersebut menurut Risma, sedang dia persiapkan. Tujuannya untuk penertiban penyaluran bansos serta pengentasan kemiskinan dengan pembuatan dasbor laporan.

Selain itu apabila di suatu daerah tidak bisa membeli bahan makanan pokok beras, dapat diganti dengan bahan makanan pokok lainnya.

“Misal enggak bisa beli beras, tapi beli sagu itu bisa,” ujar Risma.

(Antaranews)

0 Komentar