Buyung Ridwan Tanjung, cofounder Organisasi Harapan Nusantara (Ohana), menjelaskan bahwa penyelenggara vaksinasi harus melakukan edukasi agar penyandang disabilitas mau divaksin. Lokasi vaksinasi juga tidak bisa asal pilih.
”Harus ramah bagi pengguna kursi roda, kruk, atau alat bantu lainnya. Belum lagi, tak semua penyandang disabilitas memiliki kendaraan,” ujarnya.
Di bagian lain, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Kemenkes bersama dinas kesehatan daerah menambah jumlah vaksinator. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan tiap daerah. Dengan begitu, daerah dapat memperbanyak sentra pelayanan vaksinasi dan bisa merealisasikan target vaksinasi harian.
Baca Juga:Covid-19 Varian Mu Berpotensi Lebih Mudah MenularLewat IMF 2021, Wagub Bali Harap Masyarakat Tetap Kreatif
Menurut Bambang, Kemenkes perlu melakukan pemerataan jumlah vaksinator di seluruh sentra vaksin di Indonesia, khususnya di wilayah yang masih rendah cakupan vaksinasinya. Mengingat hal itu penting dalam mempercepat proses pemberian vaksinasi Covid-19 guna mengejar kekebalan kelompok.
Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, mendesak Kemenkes dan dinas kesehatan di setiap daerah untuk melakukan evaluasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara berkala. ”Agar diketahui solusi dari setiap kendala atau hambatan yang terjadi pada pelaksanaan vaksinasi di masing-masing daerah,” tuturnya. (jawapos)
