oleh

Menko PMK: Penanaman Nilai Pancasila di Pendidikan Indonesia Sudah Maksimal

JAKARTA – Penanaman nilai-nilai Pancasila di dalam setiap aspek kehidupan menjadi sangat penting untuk membangun mental dan karakter sebagai Bangsa Indonesia. Tak terkecuali, hal itu harus terimplementasi di dalam sistem pendidikan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menilai, berdasarkan komposisi kurikulum pendidikan, baik formal maupun nonformal telah maksimal dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila.

“Kalau lihat komposisi kurikulum formal maupun nonformal itu sudah maksimal. Pendidikan dan nilai-nilai Pancasila bukan hanya ada di mata pelajaran PPKN, tapi juga mata pelajaran lain, misalnya pendidikan agama atau pengetahuan alam semuanya bersinggungan dengan nilai-nilai Pancasila,” ujar Muhadjir dalam keterangan tertulis pada JawaPos.com, Senin (16/8).

Baca Juga:  Pemerintah Terapkan PPKM Level 3 Saat Nataru, Begini Penjelasan Menko PMK

Menurut Muhadjir, secara inklusif nilai-nilai Pancasila memiliki makna gotong-royong. Mulai dari sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, gotong-royong dapat diartikan bernilai ibadah. Sila kedua yakni gotong-royong pasti didasari atas azas kemanusiaan, sila ketiga tidak ada gotong-rotong tanpa persatuan.

Sila keempat bahwa di dalam gotong-royong pasti terdapat musyawarah. Terakhir, sila kelima mencerminkan tujuan akhir gotong-royong adalah untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga:  Pemerintah Terapkan PPKM Level 3 Saat Nataru, Begini Penjelasan Menko PMK

“Di dalam profil pelajar Pancasila juga disebutkan harus memiliki jiwa bergotong-royong. Selain beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, kreatif, mandiri, dan juga bernalar kritis,” tutur Muhadjir.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga